ADAKITANEWS, Sidoarjo – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo akhirnya melimpahkan berkas pemeriksaan tersangka kasus penjualan Tanah Kas Desa (TKD) di Desa Kedungsolo Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, yakni Notaris, Rosidah SH ke tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo, Adi Harsanto mengatakan, selain melimpahkan berkas tersangka Rosidah ke JPU, pihaknya sebelumnya juga sudah melimpahkan berkas tersangka lain yakni Sunarto, yang merupakan koordinator pembebasan tanah.

“Meskipun berkasnya berbeda, rencananya JPU Kejari Sidoarjo bakal mengirim berkas kedua tersangka kasus penjualan TKD tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Juanda Sidoarjo bersamaan. Kemungkinan pekan depan berkas kedua tersangka penjualan TKD Kedungsolo itu akan dikirim ke Tipikor bersamaan agar jadwal persidangannya bersamaan,” paparnya, Minggu (09/04).

Setelah pelimpahan berkas itu, JPU langsung mengirim tersangka Rosidah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Sidoarjo setelah sebelumnya tersangka ditahan di Lapas Kelas I Surabaya di Medaeng Kecamatan Waru bersama, Sunarto yang merupakan warga Perum Renojoyo Desa Kedungsolo Kecamatan Porong.

Adi mengatakan pemindahan penahanan tersebut tidak masalah karena merupakan kewenangan tim JPU. “Nanti kalau dipersidangan majelis Hakim Minta dipindah ke Medaeng lagi ya nanti dimasukkan ke Medaeng,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, kasus ini mencuat karena sertifikat 645 pemilik rumah di Perum Renojoyo Desa Kedungsolo Kecamatan Porong tak kunjung selesai sejak tahun 2007/2008. Padahal, warga korban lumpur dari Desa Renokenongo sudah melunasinya dan lahan sudah menjadi rumah. Belakangan diketahui jika lahan seluas 9,8 hektare itu, 2,8 hektarenya merupakan TKD. Akibatnya tim penyidik Kejari Sidoarjo menetapkan koordinator pembebasan lahan, Sunarto dan Notaris Rosidah menjadi tersangka penjualan TKD itu.(sid2)

Keterangan gambar : Notaris, Rosidah SH yang sebelumnya ditahan penyidik Kejari Sidoarjo(foto : mus purmadani)