ADAKITANEWS, Kota Blitar – Berbagai macam kerajinan tangan yang dihasilkan seorang pengrajin, ternyata proses pembuatannya tidak semudah seperti yang dibayangkan. Butuh ketelatenan dalam menghasilkan sebuah karya seni. Termasuk kerajinan batik yang terlihat sepele, tapi proses pembuatannya membutuhkan orang yang benar-benar telaten serta mempunyai daya seni tinggi.

Seperti pengrajin batik bernama Nur Yuli, perempuan asal Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Sukorejo yang telah menekuni kerajinan batik selama 3 tahun, hingga kini ia mampu menghasilkan berbagai macam jenis batik.

Yuli, sapaan akrab perempuan berusia 44 tahun ini mengaku belajar kesenian batik secara otodidak. Awalnya, ia mengikuti pelatihan membatik yang diadakan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Dari situ, Yuli mulai mencoba menekuni kerajinan membatik. Sekarang, Yuli juga sudah memiliki kelompok batik yang diberi nama Batik Rahmadisya, dengan anggota kelompok berjumlah empat orang, dan Yuli sebagai ketuanya.

“Saya memiliki tiga produk batik, yakni batik tulis, batik jumput, dan batik cap. Ikan koi dan kendang jimbe menjadi ciri khas motif batik karya kelompok kami,” kata Yuli, Minggu (29/10).

Dalam sebulan, lanjut Yuli, kelompok batiknya bisa menghasilkan 12 batik tulis dan puluhan batik jumput serta batik cap. Untuk pembuatan batik tulis, prosesnya memang lumayan lama. Satu batik dengan ukuran 2 x 2 meter paling cepat pembuatannya membutuhkan waktu 10 hari. Sedangkan pembuatan batik jumput dan batik cap waktunya lebih cepat. Sekitar satu hari sampai tiga hari.

“Yang paling banyak kami produksi memang batik cap, karena lebih cepat pembuatannya. Tiap sebulan sekali kami menyetor barang ke Surabaya,” jelas perempuan mempunyai anak 3 ini.

Yuli menjelaskan, harga batik produk kelompoknya pun juga terjangkau. Untuk batik tulis, dia mematok harga Rp 250 ribu per potong. Sedangkan batik cap dijual dengan harga Rp 130 ribu per potong, dan batik jumput dijual mulai harga Rp 100 ribu – Rp 150 ribu per potong. “Kadang-kadang kami juga menerima pesanan perorangan,” ujarnya.

Selama ini, Yuli mengandalkan pemasaran produk batiknya dengan mengikuti pameran. Selain itu, dia juga menjual batiknya lewat koperasi milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar. “Kalau pesanan perorangan biasanya dari teman sendiri. Ada teman dari Malang mereka pesan lewat telepon,” imbuhnya.(fat)

Keterangan gambar: Nur Yuli, saat membatik pada acara pameran di Balai Kesenian Kota Blitar.(foto : fathan)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/291017-fat-blitar-batik-1-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/291017-fat-blitar-batik-1-150x150.jpgREDAKSIEkbisadakitanews,batik,Berita,blitar
ADAKITANEWS, Kota Blitar - Berbagai macam kerajinan tangan yang dihasilkan seorang pengrajin, ternyata proses pembuatannya tidak semudah seperti yang dibayangkan. Butuh ketelatenan dalam menghasilkan sebuah karya seni. Termasuk kerajinan batik yang terlihat sepele, tapi proses pembuatannya membutuhkan orang yang benar-benar telaten serta mempunyai daya seni tinggi. Seperti pengrajin batik bernama...