Kediri(adakitanews.com)—Petugas unit Reskrim Polsek Ngadiluwih berhasil mengamankan seorang pelaku diduga melakukan tindak pidana pencurian. Pelakunya adalah Zubaidi alias Obet (50) asal Desa Mondo Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budi mengatakan penangkapan pelaku berawal dari laporan korban pencurian, Siti Halimah (55) warga Desa Ngadiluwih Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Kejadian pencurian itu, pada Rabu (29/12/2021) lalu. Saat itu korban yang menunggu di dalam toko tertidur.

“Pelaku ini datang ke toko korban berpura pura membeli. Pada saat mengetahui korban tidur, pelaku masuk kedalam toko dan mencuri uang 190 ribu dompet korban,”tutur AKP Iwan, Jumat (7/1/2022).

Berhasil mengambil uang milik korban pelaku langsung kabur. Sementara, korban mengetahui jika uangnya di dalam dompet hilang, setelah ada orang yang membeli di tokonya.

Korban pada saat itu bermaksut mengambil uang untuk kembalian, justru uang di dalam dompet raib. Korban kemudian mengecek di kamera CCTV dan melihat pelaku masuk ke toko dan mengambil uangnya.

Aksi pencurian itupun sempat viral di media sosial. “Korban kemudian datang ke kantor dengan membawa alat bukti rekaman CCTV,”tutur Kapolsek Ngadiluwih.

Petugas unit Reskim Polsek Ngadiluwih bergerak cepat dengan melakukan proses penyelidikan.

Hasilnya petugas berhasil mengamankan Zubaidi (50) di rumahnya di Desa Mondo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri.

Dari tangan pelaku, petugas menyita satu unit motor, yang digunakan pelaku beraksi, sebuah helm, satu cat pilox dan pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi.

“Saat diamankan pelaku sempat mengelak. Bahkan pelaku sempat mengecat helm yang digunakan saat melakukan pencurian di toko milik korban. Pelaku akhirnya mengaku setelah ditunjukkan rekaman CCTV,”ungkap AKP Iwan.

Selain itu diketahui pelaku Zubaidi juga telah melakukan aksi yang sama di Kabupaten Tulungagung dan menjalani vonis hukuman 6 bulan penjara.

“Pelaku sudah pernah melakukan pencurian ponsel pada tahun 2019 di Tulungagung. Pelaku divonis hukuman 6 bulan penjara,” jelas Kapolsek Ngadiluwih.

“Kepada pelaku kami terapkan pasal 363 Ayat 1 3e dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tambah Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budi.(Gar)