OJK Tutup Tiga Investasi Milik PT RHS Group

1710

ADAKITANEWS, Blitar – Tiga kegiatan investasi Bisham yang didirikan PT RHS Group di Kabupaten Blitar, diantaranya penyertaan modal Bisham yang memberikan keuntungan lima persen perbulan dari total investasi, arisan umroh dan arisan motor, dihentikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena berpotensi merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam Tobing menjelaskan, selain ketiga kegiatan yang dihentikan itu berpotensi merugikan masyarakat, kegiatan penghimpunan dana masyarakat ini juga tidak memiliki izin. Hal itu diketahui berdasarkan hasil investigasi dan laporan dari masyarakat terkait investasi yang dilakukan PT RHS Group, yang membuka kantor di Desa Dermojayan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.

“Meski belum ada korban kami segera turun, karena ada potensi merugikan masyarakat. Sistemnya sama seperti gali lubang tutup lubang. Dimana member baru investasinya dipakai untuk dibayarkan ke member lama,” katanya, Jumat (20/10).

Tongam Tobing menuturkan, pihaknya juga meminta direktur PT RHS Muhamad Ainur Rofiq untuk menandatangani surat pernyataan penghentian tiga kegiatan tersebut, tidak merekrut member baru, dan apabila ada member yang meminta uangnya kembali harus dikembalikan. “Yang bersangkutan tadi sudah menyanggupi dan menandatangani surat pernyataan,” tegasnya.

Harapannya, lanjut Tongam Tobing, kedepan masyarakat lebih waspada dengan maraknya penawaran investasi ilegal dan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin. Dengan cara mengetahui secara pasti legalitasnya serta logis atau tidaknya keuntungan yang dijanjikan.

“Jangan sampai kita ikut investasi tapi tidak tahu legatitasnya, harus dicek ada izinnya atau tidak, kemudian logis atau tidak imbalan yang diberikan,” paparnya.

Sementara itu, menanggapi hal ini Direktur PT RHS, Muhamad Ainur Rofiq mengatakan, jika yang dikelolanya bukan sebuah investasi melainkan penyertaan modal dengan sistem bagi hasil. Sistemnya dengan cara merekrut member untuk menanam modal minimal sebesar Rp 2 juta sampai Rp 500 juta. Dari nilai investasi itu setiap bulannya member akan mendapatkan keuntungan sebesar 5 persen selama satu tahun. Modal yang disetorkan member diputarkan untuk usaha material bangunan dan wisata.

“Kami menerima semua petunjuk dari OJK, kedepan setelah dihentikannya tiga kegiatan, kami akan membentuk koperasi untuk member yang masih solid sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Diketahui, kegiatan investasi Bisham PT RHS Group itu sudah berjalan selama 2 tahun dengan 450 member. Dari 450 member tersebut dana yang terkumpul juga telah mencapai Rp 6 miliar.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana pemaparan penghentian investasi PT RHS Group.(foto : fathan)