ADAKITANEWSP-tenggelamIMG_20150420_182051, Madiun – Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Bambang Hermanto mengajak jajaran Polres Madiun mewaspadai adanya investasi berbunga tinggi, baik itu untuk modal kerjasama dan simpanan seperti tabungan maupun deposito. Jika bunga ditawarkan jauh dari kewajaran lembaga keuangan resmi, patut dicurigai, dipantau serius dan dianggap perlu laporkan ke pihak berwenang termasuk OJK.

Demikian disampaikannya dalam “Sosialisasi Waspada Investasi, Oleh OJK Kediri Bersama Polres Madiun, Dalam Rangka Antisipasi Penyalahgunaan Investasi Di Wilayah Kabupaten Madiun” di Gedung Bhayangkara Polres Madiun, Senin (20/4). “Lembaga keuangan resminya tawarkan bunga 12%-16%, jika ada janji berani beberapa kali lipat dalam seminggu hingga sebulan, jelas patut dicurigai,” tandasnya.

Menurutnya secara logika saja, ada investasi mampu menawarkan mampu memberikan bunga hingga 30% dalam seminggu maupun sebulan jelas tidak masuk akal. Selanjutnya, patut dipertanyakan soal legiltas usaha didirikan sudah ada atau belum ijin dari pihak berwenang, disusul bonafitditasnya. “Sebab tidak jarang mereka memakai cara agar dianggap bonafit,” ujarnya serius.

Cara ditempuh seperti menggelar kegiatan di hotel atau gedung mewah, ditambah memakai nama tokoh masyarakat hingga artis ternama masuk sebagai anggota. Hal lain menyangkut penghimpunan dana oleh lembaga keuangan masyarakat seperti Bank atau BPR dari masyarakat ada aturan khusus yaitu bunga maksimal 10,25% per tahun untuk BPR.

“Saya juga minta waspadai, jika ada investasi melalui jaringan internet atau tidak punya kantor. Risiko jaringan investasi tidak memiliki kantor lebih tinggi, begitu juga risiko punya kantor. Sejauh ini, baru ada kejadian investasi terjadi diwilayah kerja OJK Kediri berada di Kota Kediri dan Blitar. Sedangkan, untuk eks Karesidenan Madiun selama ini belum ditemukan,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Kapolres Madiun AKBP Denny Setya Nugraha Nasution meminta kepada jajaran Polres Madiun kedatangan pimpinan OJK Kediri membawahi eks Karesidenan Kediri dan Madiun, dimanfaat secara optimal. “Apalagi, OJK juga melakukan perjanjian dengan Mabes Polri, siap menjadi saksi ahli jika diperlukan ada kejahatan menyangkut perbankan maupun investasi,” ujarnya.

Ia menyatakan kejahatan investasi maupun perbankan beraneka ragam atau cara, maka melalui kegiatan ini diharapkan khususnya kepada Babin Kamtibmas dapat jadi ujung tombak memberikan penjelasan kepada masyarakat. Dilaporkan, kegiatan sosialisasi diikuti jajaran Intel, Reskrim, Binmas hingga seluruh Babin Kamtibmas se Polres Madiun mencapai 150 personil. (UK)

Keterangan Gambar : Usai pembukaan sosialisasi,  Kapolres Madiun AKBP Denny Setya Nugraha Nasution dan Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri Bambang Hermanto tengah berbincang serius sejumlah menyangkut OJK hingga kasus sudah ditangani OJK.