Oknum TNI Hajar Pelajar Mts

1112

IMG_0044ADAKITANEWS, Nganjuk –  Diduga telah melakukan penganiayaan kepada pelajar MTs, oknum anggota TNI Koramil Gondang, Praka Inasis, dilaporkan ke Polsek Rejoso oleh kedua orang tuanya, Musiran Benthung,40, dan Ernanik,36, warga Dusun Tempuran Desa Puhkerep Kecamatan Rejoso.  Akibat penganiayaan  tersebut Ahmad Sendi Darmawan,13,  pelajar MTs, mengalami tulang hidungnya retak dan tangan kanannya patah,  Rabu (4/3) sekitar pukul 16.30 kemarin.

“Saya tidak terima, anak saya diperlakukan dan dihajar seperti ini,, dia itu masih anak-anak, kalaupun punya salah, harusnya cukup ditegur atau dibentak saja dia sudah takut,” ujar Ernanik, ibu korban kepada awak media, Selasa (10/3).

Sumber @dakitanews.com menyebutkan, Awal kejadiannya, saat itu anak pelaku bersama 3 temannya main-main di sungai, Selasa (3/3) siang sekitar pukul 14.00 wib. Waktu itu, Sendi selepas pulang sekolah langsung ke sungai melihat anak-anak bermain air. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba anak pelaku menangis. “Saat itu ada yang melapor jika anak pak Nasis dipukul sama anak saya,” kata Ernanik.

Keesokan harinya, Rabu (4/3) sore sekitar pukul 16.30 wib, Praka Inasis mencari keberadaan Korban. Sebab korban dituduh telah menganiaya anak Praka Inasis saat bermain dengan 3 temannya di sungai desa setempat.

Ketika itu, korban sedang bermain karambol di rumah tetangganya. “Tiba-tiba anak kami diseret, dipukul wajahnya sampai dua kali, tangan kanannya dipegang dan diuntir, lalu dilempar ke sungai, semua tetangga melihatnya,” jelas Ernanik didampingi suaminya, Musiran.

Dengan tubuh basah kuyup dan memegangi tangan kanannya, korban pulang ke rumah dengan menangis. Namun Kedua orang tuanya hanya panik dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah reda dari tangisnya, korban  berkata jika habis dihajar oleh Praka Inasis. “Setelah Sendi cerita, kami langsung melapor ke Polsek Rejoso,” tandas perempuan cantik ini.

Laporan kedua orang tua Sendi langsung direspon oleh petugas SPKT Polsek Rejoso membawa Sendi ke RSUD Nganjuk untuk dimintakan visum.

Selanjutnya, pada Jumat (7/3) kedua orang tua korban dan Praka Inasis beserta perangkat desa setempat dipanggil ke Polsek Rejoso untuk dilakukan mediasi. “Waktu mediasi, kami minta ganti biaya perawatan Sendi hingga sembuh sebesar seratus juta rupiah, namun pihak pak Nasis hanya mampu memberi lima juta rupiah dan kami tolak,” ketus Ernanik.

Dalam mediasi yang digagas Polsek Rejoso ini tidak menemukan titik temu dan pihak pelaku minta tempo hingga hari Senin (9/3). Pada hari yang dijanjikan, pihak pelaku mengakui kesalahannya dan bermaksud memberi ganti biaya pengobatan sebesar Rp 10 juta

Maksud baik oknum TNI  tetap ditolak oleh kedua orang tua korban. “Akhirnya permasalahan ini kami laporkan kepada Polisi Militer,” tukas Ernanik.

Pihak Komandan Kodim 0810/Nganjuk, Letkol. Inf. Akatoto saat dikonfirmasi @dakitanews.com melalui ponselnya, mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan mediasi antara pihak korban dan pelaku. Namun apabila proses mediasi gagal maka kedua belah pihak, akan sama-sama melapor.

“Pihak korban akan melaporkan masalah ini ke Polisi militer, sementara istri pelaku juga akan melaporkan korban ke polisi, karena korban juga diangggap melakukan penganiayaan terhadap anak pelaku yang masih berusia 7 tahun itu, hingga mengalami luka memar,”terang Letkol Akatoto. (Kmto/jati)

Keterangan Gambar : Korban penganiayaan oknum TNI saat tidur di rumahnya ditemani kedua orang tuanya