ADAKITANEWS, Blitar – Awal tahun 2018 ini, harga beras di Kabupaten Blitar terus naik secara bertahap. Oleh karenanya, perlu langkah antisipasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar agar harga beras tersebut tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Sri Astuti mengatakan, dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan harga beras yang melebihi HET, pihaknya sudah menggelar operasi pasar beras murah sejak menjelang natal tahun 2017 mulai bulan November hingga akhir Desember 2017.

“Kita sudah lakukan langkah antisipasi sejak jelang natal tahun lalu hingga akhir tahun 2017. Tapi sementara hingga saat ini kita berhenti melakukan operasi pasar beras murah,” kata Sri Astuti, Selasa (16/01).

Lebih lanjut Sri Astuti menuturkan, pihaknya baru saja mendapat surat edaran dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar segera kembali melakukan operasi pasar beras murah. Hal itu salah satunya juga karena saat ini kondisi harga beras di Kabupaten Blitar melonjak drastis dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

“Kita akan segera melakukan koordinasi dengan Bulog Subdivre Tulungagung. Selain itu, kita juga akan segera membuat jadwal kembali untuk pelaksanaan operasi pasar beras murah hingga bulan Maret 2018 mendatang,” jelasnya.

Sri menambahkan, dalam pelaksanaan operasi pasar kali ini pihaknya akan berupaya menyediakan beras premium, karena dalam pelaksanaan operasi pasar sebelumnya masyarakat sama sekali tidak berminat untuk membeli beras kelas medium. “Pengalaman yang sudah, masyarakat lebih cenderung membeli beras premium. Jadi rencananya kita hanya akan menyediakan beras premium,” imbuhnya.

Untuk diketahui, saat ini harga beras medium di pasaran yang ada di Kabupaten Blitar sekitar Rp 9 ribu per kilogram. Sedangkan harga beras premium sekitar Rp 11.500 per kilogram.(fat/wir)

Keterangan gambar: Ilustrasi operasi pasar beras murah.(google.com)