Blitar(adakitanews.com)—Tindakan tegas penerapan protokol berupa tindak pidana ringan (tipiring) tidak hanya dilakukan Polres Blitar Kota saja. Tim Satgas Covid-19 Polres Blitar juga menekankan tindakan ini. Namun yang menjadi sasaran Operasi Yudisti Polres Blitar adalah pasar tradisional.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani melalui Wakapolres Blitar Kompol Himmawan mengungkapkan pasar tradisional menjadi sasaran utama karena di tempat tersebut masih banyak ditemukan pelanggaran. Banyak pedagang maupun pembeli yang tidak menggunakan masker saat berjualan atau berbelanja.

“Selama ini kita ketahui masih banyak pelanggaran penerapan protokol kesehatan di Pasar tradisional. Oleh sebab itu kita prioritaskan pendisiplinan di pasar tradisional. Sasaran pertama Pasar Lodoyo,” ungkap Kompol Himmawan, Senin (14/9/2020).

Bukan tanpa alasan mengapa pasar tradisional menjadi sasaran Operasi Yudisti Penerapan Protokol Polres Blitar. Hal ini karena pasar tradisional menjadi salah satu tempat yang memiliki resiko tinggi sebagi tempat penyebaran virus corona.

Oleh sebab itu Polres Blitar menegakkan pendisiplinan bagi para pedagang dan pembeli. Pada hari pertama razia, setidaknya lebih dari 20 orang melanggar protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker.

Pada hari pertama Operasi Yudisti Penerapan Protokol ini, Polres Blitar memberikan sanksi membersihkan fasilitas umum yang ada dipasar. Namun mulai Selasa (15/9/2020) petugas gabungan akan menerapkan Yudisti Penerapan Protokol dengan memberikan sanksi denda.

“Mulai Selasa (15/9/2020) kita mulai terapkan denda. Hari ini kita masih berikan sosialisasi pengenai peraturan dan penerapan disiplin ini,” tegas Kompol Himmawan. (Rosh)