Orangtua dan Siswa SMKN Kare 1 Laporkan Dugaan Pungli ke Polres

ADAKITANEWS, MADIUN – Belasan orangtua dan siswa SMKN Kare 1 melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Kepala Sekolah ke Satreskrim Polres Madiun, Senin (07/03) siang. Pelapor datang dengan membawa sejumlah bukti, diantaranya kuitansi yang dikeluarkan pihak sekolah.

Salah satu orangtua siswa, Dasrianto mengatakan, laporan tersebut dilakukan atas dugaan pungli yang dilakukan oleh kepala sekolah pada saat Uji Kompetensi Keahlian (UKK), Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Praktik Kerja Industri (Prakerin) beberapa waktu lalu. “Kami laporkan dugaan pungli kepala sekolah dengan dilengkapi kuitansi kecil dikeluarkan pihak sekolah. Kami yakin hal itu adalah pungli karena dilakukan tanpa diketahui Komite Sekolah,” ujar Dasrianto, usai diterima petugas Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Madiun.

Dasrianto menjelaskan, bukti yang diserahkan yakni kuitansi UKK sebanyak 55 lembar, Prakerin 13 lembar dan UAS beberapa lembar. Pungutan yang dikenakan saat UKK diketahui sebesar Rp 600 ribu per siswa kelas XII. Untuk UAS, sebesar Rp 50 ribu per semester untuk setiap siswa dan Prakerin sebesar Rp 300 ribu per semester setiap siswa.

Diketahui, pihak sekolah sempat memberikan tekanan kepada siswa, jika belum membayar maka siswa dilarang untuk ikut UAS, Prakerin atau UKK. Tidak hanya itu, orangtua juga sempat dipanggil oleh pimpinan SMKN Kare I dan diminta untuk membayar. Apabila merasa keberatan, pungutan tersebut dapat dicicil 2 kali untuk UKK dan Prakerin.

Para orang tua siswa berpendapat, seharusnya pungutan semacam itu tidak perlu ada karena sudah dicover melalui Bantuan Operasi Sekolah (BOS). “Saya anggap pihak sekolah tidak transparan dalam meminta pungutan tambahan kepada murid,” ujar Dasrianto lagi.

Dasrianto mengatakan, pihak Polres Madiun berjanji secepatnya akan melakukan penelitian berkas hingga melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah. Sementara Kepala SMKN Kare I, Sardjono saat ini diketahui masih menjalani ibadah umroh hingga Selasa (15/03).(Uk)

Keterangan gambar: Serahkan Bukti – Belasan orangtua dan siswa SMKN Kare I mendatangi Sat Reskrim Polres Madiun melaporkan dugaan (pungli) dengan membawa sejumlah bukti kuitansi dari pihak sekolah.(Foto: Agoes Basoeki)

Recommended For You