ADAKITANEWS, Blitar – Imunisasi Measles Rubella (MR) atau imunisasi campak dan rubella yang tengah gencar dilakukan oleh pemerintah, sepertinya tidak diterima begitu saja oleh seluruh masyarakat.

Di Kabupaten Blitar, penolakan terhadap imunisasi MR tersebut kini mulai muncul. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, setidaknya ada ratusan warga Kabupaten Blitar yang menolak anak atau balitanya untuk diimunisasi.

Kepala bidang pencegahan pemberantasan penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti membenarkan hal itu. Menurutnya setelah dilakukan pantauan ke lapangan memang ada masyarakat yang menolak imunisasi MR. Meski tidak merinci jumlahnya namun ia menyatakan bahwa masyarakat yang menolak tersebut tersebar di seluruh kecamatan. Salah satunya di Kecamatan Wlingi yang saat ini ada 15 warga.

“Memang ada yang menolak, bahkan hampir di setiap kecamatan ada. Tidak menutup kemungkinan jumlahnya ratusan, jika dilihat dari total kecamatan. Namun jumlah itu sangat sedikit jika dibandingkan dengan sasaran imunisasi kita. Dan di setiap program kan pasti ada yang pro ada yang kontra,” jelas Krisna Yekti, Jumat (25/08).

Krisna Yekti menambahkan, penolakan terhadap program imunisasi yang dicanangkan sejak sebulan lalu itu beragam, mulai dari bahan yang digunakan dikabarkan menggunakan bahan haram, imunisasi justru membuat daya tahan tubuh kian rentan terkena penyakit, serta berbagai berita tidak benar lainnya.

“Selain itu kebanyakan masyarakat juga menganggap jika imunisasi MR yang diberikan secara cuma-cuma tidak terjamin keamanannya dan memilih melakukan imunisasi ke dokter anak. Padahal vaksin untuk imunisasi MR hanya dimiliki instansi negeri atau yang di bawah pemerintah saja,” jelasnya.

Untuk warga yang menolak ini, Dinkes meminta untuk membuat surat pernyataan, yang menyatakan tidak akan menyalahkan pemerintah jika suatu saat ada wabah.

Diketahui, saat ini program imunisasi MR di Kabupaten Blitar untuk balita sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan, akhir bulan Agustus sudah bisa mencapai 40 persen. Setelah itu program imunisasi MR langsung akan dilanjutkan untuk siswa sekolah pada bulan September. Dan sementara, jumlah sasaran imunisasi MR di Kabupaten Blitar sebanyak 264 ribu yang tersebar di 22 kecamatan.(fat/wir)

Keterangan gambar: Krisna Yekti, Kepala bidang pencegahan pemberantasan penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar.(foto : fathan)