Kediri(adakitanews.com)—Dalam rangka upaya meminimalisir dan memutus rantai penyebaran Covid19, Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo Kecamatan Kras Kabupaten Kediri telah resmi menjadi pabrik tangguh, Jumat pagi (19/6/2020).

Peresmian pabrik tangguh ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K., didampingi Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, General Manager PG Ngadiredjo Ir H Abdul Munib, Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri Slamet Turmudi.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K mengatakan, dengan peresmian PG Mgadiredjo sebagai pabrik tangguh ini menjadi contoh bagi industri lain untuk disiplin protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran Covid19.

AKBP Lukman, fasilitas protokol kesehatan yang dilakukan PG Ngadorejo sudah sangat memadai mulai dari sarana dan prasarana maupun SDMnya. Mulai dari proses awal penebangan hingga proses produksi telah mematuhi protokol kesehatan secara ketat. “Setelah kami survey langsung memang semua sudah layak diresmikan menjadi pabrik tangguh,” jelasnya.

Kapolres Kediri berharap, dengan diresmikan pabrik tangguh ini menjadi contoh bagi pabrik lain untuk ikut bekerja sama mencegah penyebaran Covid19. “Semoga dengan pabrik tangguh penyebaran Covid19 bisa ditekan dan cepat hilang,” harap Lukman.

General Manager PG Ngadiredjo Abdul Munib mengatakan, sebagai industri gula terbesar di Jawa Timur, dalam melaksanakan tugas giling PG Ngadiredjo melibatkan ribuan tenaga kerja.

Sehingga disaat pandemi covid-19 seperti ini protokol kesehatan menjadi perhatian utama dalam melaksanakan tugas. “Jadi kami terapkan disiplin ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan, mulai tukang tebang di lahan sampai produksi didalam pabrik,” tegas Munib.

Diungkapkan Munib, keluar masuk area PG Ngadoredjo menggunakan satu pintu. Setiap karyawan, tamu, sopir angkutan wajib melewati pengecekan suhu tubuh, selanjutnya wajib mencuci tangan, dan harus menggunakan masker. ” jika suhu tubuh diatas 38 derajat maka langsung dibawa ke pos penanganan klinik PG Ngadoredjo,” ungkap munib.

Munib menjelaskan, sedangkan untuk pengawalan didalam pabrik dilakukan lebih ketat untuk menjaga kehigienisan produk. Karyawan wajib rajin cuci tangan dan selalu menggunakan masker. “Jadi semua mulai tebu masuk beserta sopir angkut wajib mematuhi protokol kesehata, jaga jarak, rajin cuci tangan atau membawa handsanitazer, dan wajib memakai masker,” tegasnya.

Untuk diketahui, Jauh sebelum pelaksanaan giling pada awal Juni lalu, semua karyawan PG Ngadoredjo sudah melaksanakan rapid test dan hasilnya dinyatakan non reaktif. Hal ini sebagai dilaksankan sebagai keaiapan PG Ngadiredjo untuk tetap giling ditengah pandemi covid-19.(gar).