width=

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Keberadaan calo di Terminal Purabaya Bungurasih Sidoarjo rupanya masih kerap dijumpai. Bahkan tak sedikit dari mereka yang melakukan penipuan.

Seperti yang dilakukan Lulut Widodo dan Subur Hariyanto, dua sekawan penjual tiket palsu. Namun aksinya harus berakhir di balik jeruji besi Mapolsek Waru.

Kapolsek Waru, Kompol M Fatoni mengatakan, Lulut dan Subur diringkus polisi Selasa (09/05) lalu. Menurut Fatoni, dua kawanan itu menawarkan tiket hasil fotokopi kepada calon penumpang bus. Setelah korban naik, para pelaku ini langsung kabur. “Pelaku ini sebenarnya dari luar kota, Lulut dari Jember dan Subur dari Blitar. Mereka kos di sekitar terminal,” katanya, Kamis (11/05).

Penangkapan kedua pelaku ini berdasarkan laporan korban, Suparman, 45, yang saat itu hendak menuju kampung halamannya di Trenggalek, setelah baru tiba dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sekitar pukul 07.30 WIB.

Penampilan kedua pelaku yang rapi, membuat Suparman tidak curiga. “Korban ditawari tiket bus pariwisata, langsung pergi ke tempat tujuan dengan harga Rp 300 ribu. Karena ingin cepat pulang, korban mau saja,” jelasnya.

Kompol Fatoni menambahkan, korban baru tahu dirinya ditipu saat kondektur menghampirinya. “Korban menunjukkan tiket yang dibelinya dari Lulut dan Subur. Namun korban kaget, saat kondektur bilang tiket hanya dijual di dalam bus. Dan harganya jauh lebih murah,” tuturnya.

Merasa menjadi korban penipuan, korban memilih turun dari bus, lalu melaporkan kejadian tersebut ke petugas terminal. Beberapa jam berselang, polisi dapat meringkus kedua pelaku yang telah menjual tiket palsu kepadanya. “Sudah banyak korbannya,” ujarnya.

Sementara itu, Lulut berdalih aksinya baru berjalan satu minggu. Menurutnya tiket yang dijualnya kepada korban merupakan tiket hasil fotokopi. Ia menutup nama perusahaan otobus (PO) agar modusnya tidak terendus. “Saya mengajak Subur karena dia pintar meyakinkan seseorang,” katanya.(sid2)

Keterangan gambar : Tersangka Lulut dan Subur saat diamankan petugas.(foto : mus purmadani)