ADAKITANEWS, Jombang – Hujan yang mulai mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Jombang menuntut kewaspadaan dari segala kemungkinan bencana alam. Untuk mempermudah monitoring curah hujan di seluruh wilayah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang akan menggunakan sistem monitoring curah hujan yang bernama Simon Rain.

Sekretaris BPBD Jombang, Ahmad Syaikul Jabara mengatakan, aplikasi tersebut merupakan milik Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya. Namun alat tersebut bisa diakses BPBD Jombang setelah ada perjanjian kerjasama. “Mulai hari ini kami bisa mengakses kondisi cuaca di seluruh wilayah Kabupaten Jombang, setelah pihak BMKG Juanda Surabaya bersedia menjalin kerjasama pemanfaatan aplikasi Simon Rain,” ungkap Ahmad Syaikul Jabara saat ditemui Tim Adakitanews.com di kantor BPBD, Senin (27/11).

Keuntungan bisa mengakses aplikasi tersebut, lanjut Ahmad Syaikul Jabar, pihaknya bisa melihat kondisi dan curah hujan yang mengguyur 306 desa di seluruh wilayah Kabupaten Jombang. “Dari aplikasi ini hujan dengan skala ringan, sedang, atau tinggi yang mengguyur wilayah tertentu, bisa dilihat melalui data yang dikirim BMKG kepada kami. Ini akan memudahkan kerja BPBD dalam mendeteksi wilayah-wilayah yang diguyur hujan,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan bahwa BPBD sebagai sektor komando penanggulangan bencana di Jombang akan berupaya dalam berbagai cara untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana. “Saat kondisi cuaca tidak dapat diprediksi, pemanfaatan aplikasi Simon Rain menjadi salah satu langkah kesiapsiagaan penanggulangan bencana. Khususnya untuk bencana yang terjadi akibat intensitas hujan di suatu wilayah,” tandasnya.

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan setiap hari BMKG memang mengeluarkan prakiraan hujan dengan skala wilayah kabupaten kota di Jawa Timur. Namun untuk monitoring hujan yang sedang turun, tambahnya, saat ini baru lima kabupaten kota yang bisa mengakses datanya. “Lima daerah diantaranya Kota Surabaya, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Jombang,” ungkapnya.

Hujan yang turun di suatu wilayah, menurut Taufiq Hermawan, bisa dipantau melalui radar cuaca yang ada di Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya. “Sistem radar cuaca melakukan monitoring hujan 24 jam penuh. Data dari aplikasi Simon Rain ini, diteruskan BPBD setiap daerah bisa untuk diinformasikan kepada masyarakat,” tuturnya.

BMKG berharap dengan aplikasi tersebut BPBD dapat mengantisipasi lebih dini ancaman bencana alam yang disebabkan hujan. “Tahun depan kami berencana menerapkan aplikasi Simon Rain ke daerah-daerah lain di Jawa Timur,” pungkasnya.(ar)

Keterangan gambar: Salah satu staf BMKG Juanda saat menunjukkan aplikasi Simon Rain pada BPBD Kabupaten Jombang.(foto:adi rosul)