ADAKITANEWS, Tulungagung – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tulungagung tidak memungkiri akan terjadi praktik politik uang atau money politic pada Pilkada serentak mendatang. Money politic disinyalir bakal banyak terjadi selama masa kampanye, pencoblosan, hingga perhitungan suara Pilkada. Ini merupakan target dari Panwaslu untuk mengantisipasinya sejak dini dengan upaya pencegahan, dengan melakukan komunikasi dengan berbagai pihak.

Koordinator Divisi Pencegahan, Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Tulungagung, Mustofa menginformasikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk satuan tugas money politic dan cybercrime patrol.

“Panwaslu bersama dengan Kepolisian merencanakan membentuk satgas money politic dan cybercrime patrol. Satgas ini dibentuk untuk pengawasan terhadap praktik money politic dan penyalahgunaan media sosial,” kata Mustofa, Sabtu (03/02).

Nantinya, satgas money politic akan melakukan pengawasan langsung di lapangan sekaligus menerima pengaduan dari masyarakat. Sedangkan untuk cybercrime patrol, bertugas menangkal serangan black campaign di media sosial (medsos).

Sejak awal Mustofa juga telah mengimbau kepada masyarkat maupun kandidat untuk menghindari hal-hal yang mencoreng citra demokrasi. “Masyarakat jangan mau menerima imbalan uang atau barang dalam Pilkada, termasuk menggunakan medsos untuk menyerang pihak tertentu, karena ini akan membawa konsekuensi hukum,” pungkas Mustofa.(bac)

Keterangan gambar : Koordinator Divisi Pencegahan, Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Tulungagung, Mustofa.(ist)