2015-08-04_20.14.47

ADAKITANEWS, Kediri – Pemeriksaan pelapor sengketa KPU dan juga terlapor telah dilakukan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kediri, Selasa (04/8). Namun untuk kepastian adanya pelanggaran yang di lakukan oleh KPU, Panwaslu akan mengumumkan hasilnya besuk, Rabu (05/8).

Forum Komunikasi Pegiat Demokrasi (PegaD) melaporkan KPU ke Panwaslu Kabupaten Kediri  Jum’at (31/7) kemarin. Pelaporannya ini setelah KPU diduga melanggar UU Nomor 8 tahun 2015 tentang Perubahan atas undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi undang-undang.

Panwaslu Kabupaten Kediri langsung bergerak dengan berkoordinasi dengan melakukan rapat Pleno anggota Panwaslu lalu membawanya ke rapat Penegakan Hukum Terpadu Pemilihan Umum (Gakkumdu). “Setelah mendapatkan laporan kami langsung melakukan koordinasi Gakkumdu, kami juga sudah mengklarifikasi saksi, terlapor, dan pelapor,” jelas Mudji Hardjita Ketua Panwaslu Kabupaten Kediri

Lebih lanjut Mudji Harjita mengatakan akan langsung mengkaji pelaporan. Akankah bisa ditindak lanjuti atau tidak. Jika terdapat pelanggaran baik secara administrasi, pidana, etik, maupun sengketa Panwaslu akan melaporkan kepada pihak yang terkait. “Kemungkinan ada dua bisa ditindaklanjuti dan tidak bisa ditindaklanjuti,” jelas Mudji Harjita

Mudji Harjita menegaskan akan memberikan keputusan pada besuk Rabu (05/8) besok setelah melakukan kajian dari pemeriksaan saksi-saksi, pelapor, dan juga terlapor. “Besuk akan kami putuskan apakah ditemukan melanggar undang-undang Nomer 8 tahun 2015 atau tidak,” jelasnya

Sementara itu Taufiq Dwi Kusuma koordinator PegaD dan juga sebagai pelapor mengatakan, sudah jelas ada banyak pelanggaran yang dilakukan oleh KPU. Menurut Taufiq salah satu pelanggaran dari KPU adalah tidak ada rincian dari draft persyaratan dari kedua pasangan calon. “Saya melihat ada keberpihakan dari KPU kepada salah satu pasangan calon,” jelasnya

Lebih lanjut Taufiq mengatakan dalam pemeriksaan yang sudah dilalui hari ini, pihaknya juga telah mendatangkan dua saksi untuk memberikan keterangan terkait dugaan beberapa dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Kediri. Dua saksi tersebut yakni Khoirul Anam dan Mudjiono.

“Kami berharap Paswaslu melakukan proses ini dengan sebaik-baiknya tidak ada intervensi dari pihak manapun. Kemudian jika dalam proses ini dianggap tidak ada tindak lanjutnya maka kami akan melaorkannya ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum),” pungkasnya.(dee/zay)

Keterangan Gambar : Taufiq Dwi Kusuma koordinator PegaD saat menemui KPU Kabupaten Kediri