ADAKITANEWS, Jombang – Gelaran Pilkada Jombang yang akan berlangsung di 2018 nanti sudah mulai menjadi perbincangan hangat. Termasuk oleh para pemuda, yang tidak dipungkiri bakal menyumbang banyak suara dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Salah satunya kelompok pemuda yang mengatasnamakan diri Komunitas Reggae Djombang (KRD). Achmad Riski Faradi, koordinator dan penggerak komunitas musik beraliran reggae tersebut bahkan mengaku geram dengan berbagai banner dan baliho, yang seakan mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu calon kepala daerah, dengan mengumbar janji dan kata-kata.

“Gambar-gambar baliho bakal calon kepala daerah yang terlalu cepat dipublikasikan semakin membuat bingung masyarakat atas calon pemimpin yang sebenarnya,” ujar Ahmad Risky Faradi, Jumat (12/05).

Ahmad Risky Faradi juga sedikit menyinggung terkait kondisi pemerintahan di Jombang saat in. Salah satunya dengan tidak adanya fasilitas publik untuk ajang kreasi pemuda. “Kami pemuda Jombang sangat kecewa dengan Pemerintahan Kabupaten Jombang hari ini, karena ruang gerak kreatifitas kalangan muda seakan dimatikan sebab tidak adanya fasilitas untuk menyalurkan kesenian di Jombang,” protes Risky, sapaan akrabnya.

Rizky berharap, kedepan Jombang harus mempunyai Kepala Daerah yang lebih peduli lagi dalam hal kebutuhan pemuda-pemuda Jombang, bukan hanya dari segi seni dan budaya, tapi juga dalam hal lapangan pekerjaan. “Kami dengan ribuan massa di tubuh KRD melalui akun sosial media KRD akan membahas soal keselektifan dalam memilih calon Kepala Daerah, sebagai bentuk edukasi pada para pemilih pemula Jombang,” pungkas Risky.(ar)

Keterangan gambar: Komunitas Reggae Djombang (KRD) saat kumpul anggota komunitas.(foto:adi rosul)