ADAKITANEWS, Jombang – Pasca didatangi petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa hari lalu, pihak Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Jombang mulai terlihat menutup diri. Bahkan, sejumlah awak media yang hendak melakukan peliputan juga sempat mendapat penolakan.

Salah satunya ketika sejumlah awak media mendatangi kantor ATR/BPN pada, Rabu (31/01) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat memasuki kantor ATR/BPN Jombang, sejumlah wartawan ditemui oleh petugas jaga di depan pintu masuk tanpa dipersilakan masuk ke dalam kantor.

Ketika salah satu wartawan menyampaikan niat kedatangannya untuk menemui Kepala ATR/BPN, petugas jaga tersebut mengatakan bahwa Kepala ATR/BPN sedang rapat dan tidak bisa ditemui. “Maaf bapak sedang ada rapat,” ucapnya singkat.

Sementara, Kepala ATR/BPN Kabupaten Jombang, Ribut Hari Cahyono saat dihubungi melalui sambungan telepon, juga enggan berkomentar banyak. “Wah, nanti ditegur kita. Tidak boleh, itu rahasia pak,” ujarnya.

Sedangkan saat kembali disinggung mengenai aktivitas sejumlah petugas KPK di kantornya, Kepala ATR/BPN Jombang kembali tidak memberikan banyak jawaban. “Kemarin itu tanya-tanya saja. Hanya penelusuran saja,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah petugas KPK mendatangi kantor ATR/BPN Jombang di Jalan KH Wahid Hasyim nomor 112 pada Selasa (30/01) sore. Saat itu, KPK diketahui sedang melakukan penelusuran terkait aset-aset dari mantan Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman yang juga diketahui merupakan suami dari Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Ita Triwibawati. Taufiqurrahman merupakan mantan Bupati Nganjuk yang tertangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta pada Rabu (25/10/17) lalu.(ar)

Keterangan gambar: Kantor ATR/BPN Kabupaten Jombang.(ist)