ADAKITANEWS, Kota Kediri – Suasana di bekas Lokalisasi Semampir pasca penggusuran benar-benar berubah total. Bukan hanya aktivitas keseharian warganya, namun juga berimbas pada lingkungan di sekitarnya. Salah satunya di musala Al Hidayah Al Ihsaniyyah, Jalan Mayor Bismo gang Makam Semampir Kota Kediri.

Musala yang dahulu ramai dipakai mengaji oleh anak-anak dari para mantan Pekerja Seks Komersial (PSK), kini juga mendadak sepi. Banyak dari mereka (anak-anak,red) yang ikut pindah rumah, mengikuti orangtuanya lantaran rumah mereka tergusur.

Agus Karwiyanto, selaku pemilik serta pendiri yayasan Al Hidayah Bhakti Mandiri mengatakan, sebelum penggusuran anak-anak dari para mantan PSK sudah sering mengikuti kegiatan pembinaan agama dan moral di musala tersebut. Namun sayang, semangat anak-anak tersebut terpaksa terhenti akibat penggusuran. “Di Yayasan Yatim Piatu Al-Hidayah Bhakti Mandiri terbanyak memang dulu dihuni oleh anak-anak dari mantan PSK. Namun sekarang sudah digusur oleh Pemkot. Jadi sudah tidak ada yang belajar ngaji disini,” ucapnya, Minggu (29/01).

Mas Agus, nama sapaan pria 50 tahun ini mengaku dulu anak para mantan PSK yang ikut binaannya ada sekitar 47 anak serta anak yatim sekitar 13 anak. “Sekarang tinggal 4 anak, itupun anak yatim bukan anak dari mantan PSK,” imbuhnya.

Mas Agus menceritakan, selain mengajarkan tentang keagamaan, anak dari para mantan PSK juga diajarkan moral serta etika dalam kehidupan, agar mereka menjadi orang yang baik kedepannya. “Selain anak binaan, dalu setiap hari minggu setelah magrib juga diadakan siraman rohani kepada warga Eks Lokalisasi Semampir di RW 5 ini,” cakapnya.

Upaya penggusuran Eks Lokalisasi Semampir itu sendiri sebenarnya tidak terlalu diamini oleh Mas Agus. Ia mengaku sedikit menyayangkan penggusuran tersebut. “Sebenarnya juga tidak perlu dengan cara seperti itu. Saya menyayangkan, karena anak-anak kemarin sudah mulai senang mengaji dan berharap kehidupan mereka lebih tertata dan lebih baik,” pungkasnya.(kdr4)

Keterangan gambar : Salah satu anak yatim di Yayasan Al Hidayah Bhakti Mandiri belajar sendiri.(foto:fasihhuddin kholili)