ADAKITANEWS, Blitar – Setelah mendapat imunisasi Measles Rubella (MR) atau imunisasi campak dan rubella, sebanyak 8 balita di Kabupaten Blitar terpaksa dirawat di rumah sakit.

Kasi Imunisasi dan Surveilan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Hendro Subagyo mengatakan, hingga kini ada 133 laporan kejadian pasca imunisasi atau efek samping imunisasi, dari total 86.000 sasaran yang telah diimunisasi MR.

“Dari 125 laporan efek samping ringan mulai dari demam, muntah dan diare yang cukup diberikan obat, dapat sembuh. Sementara 8 sasaran yang rata-rata balita, terpaksa dirawat di puskesmas atau rumah sakit karena mengalami penurunan kondisi tubuh,” kata Hendro, Rabu (23/07).

Hasil pantauan Tim Adakitanews.com, kasus tersebut sudah ditindaklanjuti dan ditangani tim kesehatan serta sudah dinyatakan sembuh. Rata-rata mereka yang terkena efek samping karena saat imunisasi dalam kondisi kurang sehat tetapi enggan mengatakan kepada petugas imunisasi.

“Kalau sasaran MR sebenarnya 100 persen datang ke tempat pelaksanaan imunisasi. Namun yang bisa mendapatkan imunisasi hanya 60 persen karena kondisi fisiknya sehat dan dinyatakan siap menerima imunisasi. Sementara 40 persen belum bisa karena kondisinya tidak sehat,” ungkap Hendro.

Hendro menegaskan, bagi sasaran imunisasi MR yang kondisinya belum memungkinkan untuk diimunisasi pada bulan ini, akan dijadwal ulang untuk mendapat imunisasi bulan depan.

“Tentunya dengan catatan kondisi Balita memang sudah siap diimunisasi,” tuturnya.

Hendro menambahkan, efek samping dalam imunisasi merupakan hal yang wajar. Dari 133 laporan itu termasuk angka yang kecil. Hanya 1 persen dari sasaran yang telah diimunisasi. “Wajar namanya memasukkan sesuatu ke dalam tubuh pasti ada efek sampingnya. Namun semua bisa diatasi jika penanganannya benar,” terangnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Hendro Subagyo, Kasi Imunisasi dan Surveilan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)