ADAKITANEWS, Jombang – Pasca diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang kerjanya, Senin (05/12) lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, Ita Triwibawati kini mulai bekerja seperti biasa. Sebelumnya ia diketahui sempat mengajukan izin selama sehari, yakni pada Selasa (06/12), meski hanya secara lisan.

Dikonfirmasi Tim Adakitanews.com, Kabag Humas Pemkab Jombang, Agus Usman Panuwon membenarkan terkait izin yang dilakukan oleh Sekda Jombang, atau yang akrab disapa Bunda Ita tersebut. Akan tetapi Agus menjelaskan jika izin itu hanya bersifat sementara dan biasa, atau berbentuk lisan. “Kemarin memang izin akan tetapi sekarng sudah mulai masuk lagi,” ujarnya, Kamis (08/12).

Namun, saat ditanya perihal alasan Sekda mengajukan izin tersebut, Agus kembali menjawab bahwa izin yang diajukan adalah bersifat biasa. “Hanya izin biasa,” tegas Agus.

Agus menambahkan, pasca penggeledahan itu, aktivitas di lingkup Pemkab Jombang juga sudah berjalan seperti biasa tanpa ada perbedaan. “Hari ini aktivitas di Jombang lancar-lancar saja, tanpa ada gangguan apapun,” tambahnya.

Sementara, terkait kemungkinan keterlibatan Bunda Ita atas dugaan kasus korupsi yang kini menjerat suaminya, Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman, Agus tidak berani memberikan pernyataan. “Kalau soal itu, saya tidak tahu. Itu bukan hak saya untuk berbicara,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di beberapa dinas di Pemkab Jombang. Tak hanya itu, ruang kerja Sekda Jombang juga tak luput dari pemeriksaan. Di hari yang sama, KPK juga melakukan penggeledahan dan pemeriksaan di Kabupaten Nganjuk, yakni di rumah dinas Bupati dan beberapa dinas lain. Bahkan, KPK secara resmi telah menyatakan status tersangka terhadap Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman.(jb4)

Keterangan gambar : Pemkab Jombang beraktivitas seperti biasa.(foto : sugiono)