ADAKITANEWSLongsor Mendak-2, Madiun – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 3 desa di Desa Segulung, Joho dan Mendak sejak Kamis (19/2) malam dan Jum’at (20/2) pagi lalu,  akhirnya bisa dbuka, minggu (22/02). Terbukanya jalan memudahkan warga menerima kiriman bantuan dari luar desa.

“Alhamdulillah, siang tadi (Minggu, 22/2) sebagian besar material longsor bisa diatasi, sehingga jalan ke Dusun Morosowo dapat dilewati lagi. Banyaknya material, meski sudah dimasukan dalam jurang di sebelahnya, membuat pekerjaan memerlukan waktu relatif lama,” jelas Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Edy Harianto.

Banjir itu  menyebabkan 35 rumah rusak, 17 di antaranya rusak berat. Selain itu, banjir bandang menyebabkan 4 jembatan besar antar desa terputus total serta sejumlah dam dan plengsengan Sungai Seprahu hancur diterjang banjir bandang.

Sedangkan, longsor terparah mengakibatkan terisolirnya sebanyak 19 keluarga terdiri dari 55 jiwa di RT 05/RW 02 Dusun Morosowo, Desa Mendak berbatasan langsung dengan Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Jalan aspal menuju pemukiman penduduk itu sempat tertutup bongkahan longsor setinggi mulai 3 meter hingga 15 meter sepanjang 10- 30 meter.

“Khusus di RT saya ada 3 rumah dalam kondisi rusak berat karena diterjang longsor yaitu rumah Lasmini, Lamiyun dan Parmun masih memiliki hubungan keluarga. Meski rumah saya rusak diterjang longsor tetapi tak separah ketiga rumah itu, ”jelas Ketua RT 05, RW 02, Dusun Morosowo, Desa Mendak, Muhammad Wahid, Minggu (22/2).

Sejumlah warga rumahnya mengalami kerusakan hanya bisa berharap segera mendapat bantuan untuk perbaikan rumah. “Saya dan warga lain senasib hanya meminta bantuan segera diberikan serta dilaksanakan, agar semua terkena musibah dapat kembali berteduh dalam rumah,” ujar Lamiyun diamini warga lain.

Akibatnya, warga hendak belanja untuk memenuhi kebutuhan harus jalan kaki sekitar 1,5 -2 kilometer, karena motor tidak bisa melintas akibatnya tertutup material longsor bercampur batu. Warga juga sempat mengalami kesulitan air bersih. Mereka terpaksa harus menadahi air hujan untuk berbagai kebutuhan. “Sebab pipa air dari lereng Gunung Wilis terputus,” ujarnya lagi.

Untuk mengatasi material longsor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mengerahkan 2 unit alat berat bekerja sejak Jum’at (20/2) siang lalu. Ternyata, untuk memindahkan material longsor ke dusun itu memakan waktu hingga 3 hari, terbuka lagi jalan ke Dusun Morosowo membuat warga bersyukur serta senang dengan datangnya berbagai bantuan.

Namun, hanya motor yang dapat melewati dengan ekstra hati-hati, sebab masih ada matrial tanah melekat diaspal, bagi mobil masih belum dapat lewat. Terbuka jalan ke Dusun Morosowo itu, kontan mendorong terbukanya bantuan langsung disalurkan bagi 55 jiwa warga. Bahkan Bupati Madiun Muhtarom masih terjun langsung lakukan pemantauan dan memberikan sejumlah instruksi saat berit ini diunggah.

“Saya minta penyingkiran material longsor dan banjir terus dikoordinasikan dengan baik dengan sejumlah pihak yang ada. Begitu juga bantuan agar diberikan secepatnya, begitu jalur terisolir dapat dibuka, agar warga itu (Dusun Morosowo) terbebas dari kekurangan. Bagi daerah rawan, saya minta sementara tidak ditempati dulu,” ujar Muhtarom.

Sebelumnya dilaporkan, banjir bandang mengakibatkan 2 warga Desa Segulung hanyut dibawa derasnya air. Selain itu banjir juga merusak sejumlah rumah penduduk, persawahan dan lainnya. Satu korban hanyut sudah ditemukan dan satu lagi korban lain hingga kini belum ditemukan dan masih dalam pencarian melibatkan Tim Basarnas Surabaya serta dibantu unsur TNI, Polri dan masyarakat.(UK)

Keterangan Gambar : Dua alat berat terlihat masih membersihkan material longsor hingga membuat Dusun Morosowo, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, terisolir.