ADAKITANEWSpasien DBD di rawat di lorong 1pasien DBD di rawat di lorong 2, Nganjuk – Wabah demam berdarah di Jawa Timur semakin merajalela. Di Kabupaten Nganjuk, lebih dari 40 anak dilarikan ke RSUD Kertosono karena terserang demam berdarah. Dari jumlah tersebut, satu anak diantaranya meninggal dunia.

Pasien demam berdarah di RSUD Kertosono Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ini terus membludak dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, ruangan yang ada tidak mampu menampung pasien secara keseluruhan, sehingga sebagian terpaksa harus dirawat di luar ruangan dan di lorong-lorong rumah sakit.

Meski kedinginan dirawat di luar ruangan, para keluarga pasien mengaku pasrah, “yang penting anak dan keluarga mereka bisa segera tertangani medis,” terang Umadah salah seorang Ibu Penderita demam berdarah pada adakitanews.com.

Dr. Agus Pribadi, Direktur RSUD Kertosono saat dikonfirmasi @dakitanews.com mengakui jumlah pasien demam berdarah dalam beberapa hari terakhir memang terus meningkat tajam.

Saat ini saja, tercatat lebih dari 40 anak yang harus menjalani perawatan intensif. Bahkan karena kondisinya sudah sangat parah satu anak diantaranya meninggal dunia.

Khawatir dengan ancaman wabah demam berdarah tersebut, Direktur RSUD Kertosono menghimbau masyarakat agar segera mengambil tindakan tidak hanya mengandalkan foging dari dinas kesehatan tapi juga melakukan pembersihan lingkungannya dari jentik-jentik nyamuk.

Sebab foging hanya dapat membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, bukan jentik nyamuk.  Terang dr. Agus pribadi, mantan Wadir Pelayanan RSUD Nganjuk ini.(Jati)

Keterangan gambar : Lorong RSUD Kertosono yang penuh sesak dengan pasien DBD, beberapa diantaranya anak-anak