Arjo (15)~2Arjo (8)@dakitanews Madiun – Pasokan minuman keras (Miras) jenis arak Jawa (Arjo) yang hendak dikirim ke wilayah Blitar berhasil digagalkan jajaran Unit Reskrim Polsek Balerejo, Madiun. Puluhan jurigen arjo itu disita dari truk nopol AA 1992 BE yang berasal dari Kabupaten Ngawi, Kamis (25/12) sekitar pukul 00.40 wib.

Petugas mendapati truk yang terjaring operasi cipta kondisi di jalan Raya Ngawi-Caruban masuk Desa Simo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Petugas menemukan 35 jurigen Arjo yang disimpan di bak belakang.

“Begitu petugas menghentikan truk itu, terlihat dalam bak truk terdapat terpal warna biru menutupi suatu. Saat terpal dibuka, ternyata berisikan puluhan jurigen mira Arjo ukuran sekitar 30 liter atau total ada 1.050 liter,” jelas Kapolres Madiun AKBP Deny Setya Nugraha Nasution saat didamping Kapolsek Balerejo AKP Martnus Tjanu.

Dua pelaku diamankan petugas dalam operasi itu. Keduanya yakni, pengemudi truk, Suyadi warga Desa Becok, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, dan Soekarno warga Dusun Poncol, Desa Kerek, Kecamatan/Kabupaten Ngawi yang merupakan pemilik minuman haram tersebut.

Dihadapan petugas, Soekarno mengaku bahwa Arjo tersebut buatan dirinya sendiri. Soekarno mengaku memproduksi Arjo sejak tiga bulan lalu. “Rencana mau dibawa ke Blitar. Arak ini buatan saya sendiri,” ungkap Soekarno.

Menurut Soekarno menggeluti usaha miras Arjo lebih mudah mendapat untung dari pada usaha mebel yang sebelumnya digeluti. Usaha mebel dirasakan terlalu susah mendapatkan laba, sehingga beralih profesi dengan menyuling sendiri miras Arjo dan dipasarkan sendiri atau diambil pelanggan sendiri.

“Harga per jurigen jika diambil sendiri Rp 200 ribu, jika diantar hingga tujuan bisa menjadi Rp 300 ribu-Rp 400 ribu, dipotong sewa truk Rp 1 juta masih ada keuntungan bersih sekitar Rp 3 juta sekali kirim. Jika diambil sendiri, keuntungan bersih per jirigen bisa mencapai Rp 75 ribu-Rp 100 ribu. Tergiur cepat laku dan laba tinggi itu jadi saya alih profesi,” ujarnya lagi.

Sementara, ketika ditanya terkait jeratan hukum pada kedua pelaku, Kapolres Madiun AKBP Deny Setya Nugraha Nasution mengatakan, pihaknya masih akan berkonsultasi dengan Kejaksaan Negeri Madiun untuk mendapatkan pasal lebih berat pada kedua pelaku. Pasalnya, selama ini para pengedar maupun pembuat miras hanya mendapatkan tindak pidana ringan.

“Kita akan berkonsultasi dengan Kejari, agar tindakan ini membawa efek jera pada yang lainnya. Sebab selama ini para pelaku hanya mendapat jeratan tipiring,” tegas Kapolres. (uk).

Keterangan Gambar : Barang bukti Arak jowo saat diturunkan petugas dari truk.