Kediri(adakitanews.com)—Pengurus Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kediri Jawa Timur menyatakan sikap. Pernyataan tersebut terlampir dalam berkas yang akhirnya ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD Kota Kediri.

Pendatanganan pernyataan sikap tersebut juga dilengkapi tanda tangan Ketua Umum PC IMM Kediri Rahmat Febriyanto dan Sekretaris Umum PC IMM Kediri Deny Saputro.

Sedangkan dari DPRD Kota Kediri yaitu Katino,Amd selalu Wakil Ketua DPRD Kota Kediri dari Fraksi Partai Gerindra.

Untuk isi berkas tersebut, “Berkaitan dengan disahkannya undang-undang Omnibus Law atau undang-undang cipta kerja yang dapat merugikan rakyat tersebut, maka dengan ini, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kediri memberikan pernyataan sikap,” tulis pernyataan sikap PC IMM Kediri.

Pada poin pertama, “Menolak dan mencabut kembali pengesahan Undang-Undang Omnibus Law (Undang-Undang cipta kerja) yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI),”

PC IMM juga memberi MOSI TIDAK PERCAYA kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Di poin ketiga, “Mengacam keras pihak-pihak yang menyetujui pengesahan Undang-Undang Omnibus Law,”

Untuk poin keempat, “Mengajak kepada seluruh elemen, mahasiswa, masyarakat, lembaga-lembaga lainnya yang menolak Omnibus Law untuk terus mengawal sampai Omnibus Law DIBATALKAN.”

Sampai berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan kantor DPRD Kota Kediri. Bahkan, sebagian massa kembali mencoba masuk ke dalam halaman kantor melalui gerbang sisi selatan.(oky).