ADAKITANEWS, Kota Kediri – Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kota Kediri, KH Abu Bakar Abdul Djalil turut berkomentar dengan adanya rencana program full day. Ia mengatakan, jika sekolah 5 hari benar-benar dilaksanakan, akan mengakibatkan semrawutnya pengaturan jam Madrasah Diniyah.

Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberlakukan full day scholl pada tahun ajaran baru hingga saat ini memang masih menuai pro dan kontra. Pasalnya peraturan tersebut dianggap dapat mengakibat Madrasah Diniyah gulung tikar.

“Kalau sampai hari ini belum pasti mengenai nasib Madrasah Diniyah. Yang jelas pada saat ini Diniyah biasanya masuk pukul 14.00 WIB atau pukul 15.00 WIB, yang pasti sebelum magrib selesai. Kalau nanti full day school benar-benar diberlakukan sampai pukul 15.00 WIB atau pukul 16.00 WIB, itu dapat mengakibatkan Madrasah Diniyah pindah jam,” cakap kiai yang akrab disapa Gus Ab ini.

Hal ini juga mengakibatkan waktu Madrasah Diniyah semakin berkurang. Yang wajarnya jam pelajaran Diniyah selama 2 sampai 3 jam, akan menyusut menjadi kurang dari 1 jam saja. “Mungkin nanti sistem pembelajarannya akan diatur kembali. Yang jelas jika pindah jam dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB, waktu pembelajaran hanya satu jam,” tuturnya.

Gus Ab juga tidak setuju dengan diberlakukannya full day school tersebut. Pasalnya jam sekolah yang berlaku saat ini saja sudah terlalu padat dan banyak SMP dan SMA yang pulang hingga sore hari. Hal itu dirasanya sudah memudarkan pembelajaran ilmu agama di Madrasah Diniyah.

“Menang selama ini ada imbauan dari MUI dan PBNU untuk tidak sepakat dan tidak setuju sistem pembelajaran full day tersebut. Dengan 5 hari sekolah tersebut akan mengganggu siswa untuk bisa memahami ilmu agama. Yang 6 hari efektif belajar ini saja banyak yang ikut kelas khusus dan kelas tambahan, seperti tingkatan SLTP itu sekolahnya sampai sore. Hingga TPA, Madinnya sudah hilang, jelas volume pemahaman ilmu agamanya berkurang,” imbuhnya.

Jika sampai terjadi pihaknya akan mengupayakan pemindahan jam. “Kalau sampai diberlakukan mungkin ada pemindahan jam, atau mungkin kita jemput bola dengan mendekati anak-anak melalui perkumpulan anak-anak itu sendiri,” pungkasnya.(udn)

Keterangan gambar : Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kota Kediri, KH Abu Bakar Abdul Djalil.(ist)