ADAKITANEWSNganjuk-20150121-00232Bagor-20150121-00224, Nganjuk – Dua Pelaku Pencurian dan pemberatan di toko buku pustaka 2000, Jalan Dr Soetomo Nganjuk. Andik dan Leo ditangkap satreskrim polres Nganjuk, kini Kedua pelaku harus meringkuk dalam sel tahanan mapolres Nganjuk, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam Gelar perkara yang dilaksanakan tadi pagi Rabo (21/1) pukul 10.00 wib, Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad Anwar Nasir mengatakan, kedua pelaku ditangkap dalam waktu dan tempat yang berbeda. “Tersangka Andik kita tangkap pada hari senin (5/1) pukul  08.30 wib di rumahnya daerah Babat lamongan, sedangkan tersangka Leo baru tadi pagi (Rabo 21/1) berhasil kita tangkap. Motifnya adalah dendam,”terangnya.

Salah satu pelaku, yaitu Leo  ternyata bekas karyawan di toko buku pustaka  tersebut. Tersangka Leo merasa tidak diperhatikan oleh korban yang tidak lain adalah bos pemilik toko tempatnya bekerja. Pelaku merasa banyak berjasa terhadap bos-nya, akan tetapi tidak pernah mendapatkan uang ekstra atau bonus, meskipun pelaku sudah sering memintanya. Sang bos atau pemilik toko selalu beralasan kalau pelaku bekerja sudah dibayar.

Merasa kecewa dengan sikap korban, pelaku keluar dari pekerjaannya dan mengundurkan diri sebagai pegawai toko. Namun pelaku masih merasa dendam dengan sikap majikannya itu, maka timbul niat jahat pelaku untuk mengerjai korban.

Selanjutnya, pelaku bersama rekannya Andik melakukan aksinya dengan mencuri toko buku milik bekas majikannya itu.

Dalam gelar perkara yang dilaksanakan di halaman Mapolres Nganjuk, kedua pelaku beserta barang bukti berupa Helm 2buah, jaket hitam, palu, hp, dompet, uang tunai, sepeda motor honda Beat warna hitam nopol S 6637 AH, berhasil diamankan guna proses lebih lanjut. “Sedangkan barang bukti senjata api mainan, yang merupakan bahan korek api yang dibeli di daerah cepu, sudah dibuang pelaku di sungai kali brantas ploso,”imbuh Kapolres Anwar.

Diberitakan sebelumnya,Kawanan perampok bersenjata api menyatroni toko buku Pustaka 2000 yang berada di Jl.Dr.Sutomo 56 Kelurahan Payaman Kecamatan Nganjuk, Senin (5/1) pagi pukul 08.00 Wib. Meski gagal membuka brankas, namun aksi kawanan itu berhasil menjarah sejumlah uang yang ada di meja kasir dan kartu ATM milik Ani,25, supervisor toko.

kejadian perampokan itu sendiri bermula saat Hamidan,25, karyawan toko buku asal Desa/Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk baru saja membuka pintu dan membersihkan toko. Di dalam toko terdapat dua karyawati yaitu, Putri,19, warga Kelurahan Ploso Kecamatan Nganjuk dan Mei Intansari,19, warga Kelurahan Ganung Kidul Kecamatan Nganjuk sedang menata barang dagangan bersama Ani,25, seorang supervisor.

Selang beberapa menit kemudian, dua orang tak dikenal berjaket hitam dan masih mengenakan helm masuk ke dalam toko. Tiba-tiba, salah satu dari mereka menodongkan pistol ke arah Hamidan. Bukan hanya itu, Hamidan yang sudah mengangkat tangannya ini ditendang punggungnya hingga jatuh tersungkur dengan masih ditodong pistol di kepalanya.

Begitu juga dengan Mei, Saking kagetnya ditodong pistol, Mei Intansari langsung lemas tak berdaya dan bersimpuh di lantai karena shok. Sedangkan Putri dengan tangan gemetar mengangkat kedua tangannya.

Sementara itu, Ani disuruh menunjukkan tempat saklar untuk mematikan aliran listrik dengan tujuan agar aksinya tidak terekam dalam cctv. Selanjutnya Ani disuruh menunjukkan brankas tempat penyimpanan uang toko.

Kemudian pelaku berusaha membuka brankas dengan memukul-mukul pintu brankas memakai palu yang sudah disiapkan sebelumnya.  Namun usaha membuka brankas yang dilakukan pelaku gagal. Karena diburu waktu dan tidak berhasil menggondol uang dari bankas, pelaku menodongkan pistolnya kepada Ani dan dipaksa menyerahkan dompetnya.

Lalu uang yang ada di dompet sebesar Rp 1 juta diambil pelaku beserta kartu ATM. Dengan masih mengancam Ani, pelaku minta ditunjukkan PIN untuk mengambil uang ATM. Dalam keadaan terancam jiwanya, supervisor ini menjawab sekenanya saja. Berhasil menggondol uang milik supervisor toko, kedua pelaku langsung kabur dengan mengendarai sepeda motor. (kmto/jati).