ADAKITANEWSIMG_0295IMG_0327, Tulungagung – Suasana tegang menyelimuti rekontruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Mujiati,38, warga Desa Ngebong Kecamatan Pakel Tulungagung. POlisi bersenjata lengkap disiagakan di lokasi rekontruksi sejak pagi hari. Ratusan warga tampak berkerumun di sekitar lokasi untuk melihat proses rekontruksi pembunuhan yang dilakukan oleh suami korban, Kuswanto,52.

“Kita menyiagakan anggota polisi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan selama proses rekontruksi,” ujar Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Edy Herwiyanto.

Warga semakin penasaran dan berusaha mendekat ke lokasi rekontruski saat pelaku keluar dari mobil polisi. Dengan wajah tenang, pelaku kemudian memperagakan semua kejadian yang terjadi pada tanggal 18 Februari lalu. Total terdapat 56 adegan yang diperagakan oleh pelaku mulai dari pelaku datang hingga menyembunyikan jenazah korban ke dalam septitank. “Sebenarnya ada 45 adegan namun saat rekontruksi ada temuan baru sehingga jumlahnya menjadi 56 adegan,” terangnya.

Edy menambahkan, temuan baru justru memperkuat bukti baru dalam kasus pembunuhan ini. Sebelumnya berdasarkan pengakuan pelaku tidak terungkap cara pelaku mengambil kereta angkut yang digunakan untuk mengangkut jenazah korban ke septitank. “Tapi dalam rekontruksi ini terungkap dan semakin memperkuat,” jlentrehnya.

Motif pembunuhan ini murni karena rasa cemburu. Pelaku yang bekerja di bali curiga dengan korban yang merupakan istri keduanya selingkuh. Tanpa memberitahu korban, pelaku kemudian pulang ke rumah dan tidak menemukan istrinya. Setelah menunggu satu jam korban baru pulang. Pelaku yang sudah kalap langsung menghabisi korban dengan cara mencekik dan memukul tengkuk leher belakang dengan tangan kosong.

Setelah korban tidak bernyawa lagi, tersangka lalu membungkus jenazah dengan menggunakan jas hujan dan mengikatnya dengan kabel. Tersangka lalu meminjam kereta angkut milik tetangga den mengusung jenazah korban menuju septitank milik saudaranya yang berjarak 100 meter dari rumahnya.

Sementara itu, Sunaryo, kakak pelaku mengaku pasrah dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak polisi. Sunaryo merupakan saksi yang mendengar langsung pengakuan dari pelaku. “terkait proses hukum saya serahkan ke pihak Polisi,” tuturnya. (Bram).