width=

ADAKITANEWS2015-09-16_19.32.33, Kota Kediri –  Pelatihan penyembelihan hewan kurban justru dinilai menyiksa hewan sembelihan. Al hasil, para peserta justru memilih cara yang biasa dalam praktik penyembelihan yang biasa dilakukan para pemotong hewan dari pada teori penyembelihan yang diberikan.

Para peserta mengaku tidak tega memperlakukan hewan yang dilakukan oleh para pemateri terhadap hewan kurban yang hendak disembelih. “Cara yang dilakukan (drh.Pujiono-red)  itu sebuah kekerasan pada hewan kurban,” ungkap Reza Hasbullah seorang Ta’mir Masjid Al-Ma’ruf dari Desa Rejomulyo.

Lebih lanjut Reza Hasbullah menjelaskan, selama 6 tahun pihaknya sebagai Ta’mir Masjid selalu melakukan proses penyembelihan hewan kurban sesuai dengan praktek para jagal.”Kami selalu menyembelih hewan kurban sesuai dengan praktek yang diajarkan jagal,”jelasnya.

Diakuinya, dengan menggunakan praktek penyembelihan hewan kurban seperti yang dilakukan oleh drh. Pujiono dengan menjerat leher, punggung dan pinggang hewan kurban akan berakibat pada tekstur daging yang kebiru-biruan karena dampak dari kerasnya tarikan tali yang membelit tersebut. “Daging akan kebiru-biruan nanti hasilnya,”tutup Reza Hasbullah.2015-09-16_19.33.13

Sementara, drh. Pujiono dari Dinas Peternakan dan Pertanian Pemkot Kediri menjelaskan pola penjeratan yang dilakukan pada hewan yang hendak disembelih bertujuan untuk mempermudah merobohkan hewan. “Hewan kurban lebih mudah dirobohkan jika sudah terjerat tali,”ungkap drh. Pujiono. (blot/zay).

Keterangan Gambar : Praktek penyembelihan yang baru yang diajarkan Dinas Peternakan dan Pertanian Pemkot Kediri dinilai sangat tidak cocok oleh ta’mir masjid.