ADAKITANEWS2015-09-30_18.13.29, Madiun – Capaian pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga batas akhir, yakni Rabu, (30/9), yang diperoleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Madiun, masih dibawah 60%. Namun, pencanpaian itu diyakini bisa dilampaui, seiring masuknya pelunasan dari sejumlah wajib pajak (WP) dari desa-desa yang ada seluruh Kabupaten Madiun.

“Data hingga hari ini (kemarin) pukul 10.00 lalu, capaian PBB baru mencapai Rp 6,6 milyar (56,45%) dari total target dibebankan Rp 11,5 milyar. Saya yakin jumlah yang ada saat ini bisa dilampaui, lihat saja data masuk terus bertambah,” jelas Sekretaris Dispenda setempat Kusni, usai memimpin rapat evaluasi koordinator PBB kecamatan, Rabu (30/9).

Ia menyatakan pencapaian sebanyak itu diyakini bisa bertambah hingga penutupan pembayaran pelunasan PBB melalui bank maupun setoran lain ditutup. Pihaknya yakin, capaian itu bisa diperoleh dan mendekati 70%. “Syukur-syukur lagi melampaui 70% atau mendekati 80%. Catatan sementara dari 206 desa atau kelurahan sudah masuk, baru 43 desa/kelurahan lunas pembayaran PBB,” jelasnya.

Dari desa/kelurahan melunasi PBB terbanyak Kecamatan Sawahan ada 9 desa/kelurahan, Kecamatan Dagangan 7 desa/kelurahan dan Kecamatan Pilangkenceng 4 desa. Sedangkan dari hasil evaluasi capain PBB, Dispenda Kabupaten Madiun direncanakan memperpanjang pelunasan bagi WP belum membayar PBB hingga batas akhir pelunasan.

“Soal perpanjangan hingga kapan ? Kami belum bisa sampaikan saat ini, sebab masih digodok. Sisi lain, kami juga akan memberikan reward bagi desa/kelurahan lunas PBB maupun pencapaian 75%. Hal lain, bagi desa/kelurahan pelunasan PBB rendah, kami mulai minggu depan mendatangi para WP. Lalu, mereka diminta melunasi PBB,” tandasnya.

Dilaporkan, sejumlah WP PBB terlihat masih melakukan pelunasan melalui bank milik Pemprop Jatim. “Saya memang baru membayar hari ini atau pas hari akhir pelunasan PBB. Mengapa baru membayar hari ini ? Ya, saya memang baru sempat dan kaget begitu melihat hari ini, ternyata batas akhir pelunasan PBB,” ujar Ny Suyati warga Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. (UK)

Keterangan Gambar : Sekretaris Dispenda Kabupaten Madiun Kusni tengah menunjukan bukti pelunasan PBB yang didapat dari koordinator PBB kecamatan, yang mencapai pelunasan kemarin masih di bawah 60%.