Kediri(adakitanews.com)—Hampir 11 hari lamanya skuat Persik Kediri meliburkan diri dari aktivitas latihan akibat kembali ditundanya kompetisi sepakbola Tanah Air lantaran belum juga mendapatkan izin dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dengan alasan tingkat Covid-19 masih tinggi.

Atas ketidakpastian penyelenggaran kompetisi tersebut membuat manajemen Persik Kediri memilih untuk menghentikan aktivitas latihan.

Dengan dihentikannya aktivitas latihan tersebut, lantas bagaimana dengan gaji dari seorang pemain hingga pelatih?

Saat tim liputan mencoba menggali informasi ini dengan menghubungi Media Officer Persik Kediri, pihaknya mengaku masih membicarakan masalah tersebut dengan jajaran manajemen hingga pemain maupun pelatih.

“Kami masih dalam tahap pembicaraan menyangkut gaji di bulan Oktober 2020 ini. Sedangkan untuk gaji di bulan September kemarin sudah kami penuhi yakni sesuai dengan anjuran dari PSSI yaitu 50 persen dari jumlah semestinya yang diterima,” kata Anwar Bahar Basalamah, selaku Media Officer Persik Kediri.

Menurut Basalamah, gaji 50 persen tersebut telah diputuskan oleh PSSI selaku induk sepakbola Tanah Air dalam konferensi pers, Minggu (28/6/2020) lalu, di mana PSSI mengumumkan bahwa klub-klub Liga 1 dan Liga 2 diizinkan memotong gaji pemain dan pelatih.

Hal tersebut tertulis dalam surat keputusan (SK) PSSI Nomor SKEP/53/VI/2020 tentang kelanjutan kompetisi dalam keadaan luar biasa 2020.

“Perubahan gaji untuk pemain klub Liga 1 dan Liga 2 adalah dengan kisaran 50 persen dari nilai kontrak awal atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional yang berlaku di masing-masing daerah klub termasuk di Persik Kediri” ujarnya.

“Jadi intinya untuk gaji di bulan September telah terbayarkan. Sedangkan untuk bulan Oktober masih dalam pembicaraan,” imbuhnya.(oky).