width=

ADAKITANEWS, Nganjuk – Pelaku pembalakan liar tertangkap tangan oleh petugas dari Perhutani dan DPRD Nganjuk ketika sedang melakukan tinjauan ke lokasi lahan waduk Semantok Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso. Pelaku bahkan sempat melarikan diri dari kejaran petugas, namun akhirnya berhasil diamankan berikut barang bukti kayu curian dan gergaji.

Pelaku yang membawa kayu jati tanpa izin itu tidak sadar jika di seberang sungai ada petugas dari Perhutani dan anggota DPRD Nganjuk sedang melakukan tinjauan lokasi pembangunan waduk.

Penangkapan pembalak liar itu bermula saat Raditya Haria Yuangga, anggota DPRD Kabupaten Nganjuk mengikuti sidak pembangunan waduk Semantok bersama Perhutani, Bappeda, dan Kepala Desa Sambikerep. Ia melihat iring-iringan warga sedang membonceng kayu jati dan akan melintasi sungai. “Melihat kejadian tersebut saya langsung kasih tahu petugas Perhutani dan pelaku beserta barang bukti diamankan,” jelentreh Yuangga.

Ditambahkan Angga, sapaan akrab politisi partai Hanura ini, satu pembalak liar yang kedapatan membawa kayu jati dari wilayah hutan Perhutani petak 13-f, ini tidak bisa berkutik ketika petugas menghampirinya. “Sadar kalau mau diamankan, warga itu langsung berontak dan berusaha melarikan diri dengan menyusuri aliran sungai. Namun petugas berhasil mengamankannya,” imbuh Angga.

Oleh petugas, pelaku pembalakan liar yang belum diketahui namanya tersebut langsung diamankan ke kantor Polisi, beserta barang bukti sebuah kayu jati besar, sebuah gergaji manual, dan sepeda motor yang digunakan untuk mengangkut kayu.

Asep Setiawan, Wakil Kepala Perhutani KPH Nganjuk mengatakan, pelaku yang tertangkap tangan tersebut akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut. “Masih ada pencurian kayu dilakukan oknum tertentu. Dan Alhamdulillah pelaku pembalakan liar, bisa ditangkap beserta barang bukti dan akan segera diserahkan di Polres Nganjuk, guna dilakukan pemeriksan lebih lanjut,” terang Waka PKPH Nganjuk.

Dari data Perhutani Nganjuk, Kecamatan Rejoso menjadi wilayah yang paling banyak terjadi aksi pembalakan liar. Dengan kejadian ini Perhutani mengakui akan lebih meningkatkan patroli agar aksi serupa tidak kembali terjadi.(Jati)

Keterangan Gambar: Petugas mengamankan pelaku pembalakan liar.(Foto : Bagus Jatikusumo)