ADAKITANEWS, Blitar – Pembangunan jembatan penghubung antara Desa Serang dengan Desa Kalitengah Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar yang ambrol pada Selasa (17/10) lalu setelah tiang penyangga jembatan tidak kuat menahan terjangan luapan air terus dilakukan.

Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Sudarman mengatakan, pasca terjadinya roboh atau hanyut perancah dalam proses pembangunan jembatan kali Klatak Serang, pihaknya langsung mendorong rekanan atau pihak ketiga untuk segera memperbaiki kerusakan pada proyek tersebut, mengingat waktu yang sangat terbatas.

“Waktu kita kan tidak ada ada 2 bulan lagi. Jadi rekanan sudah kita ingatkan untuk mempercepatnya,” kata Sudarman, Sabtu (18/11).

Sudarman menjelaskan, untuk saat ini jenis perancah sudah diganti dengan metode memakai besi yang lebih kuat, sehingga jika terjadi banjir sewaktu-waktu tidak akan roboh hingga hanyut.

Sementara itu, sebelumnya memang jenis perancah yang di gunakan adalah metode scapolding. Dimana metode ini sangat rawan roboh dan hanyut saat terkena banjir.

“Sebelumnya memang metodenya kita nilai kurang tepat. Jadi cepat roboh,” pungkasnya.

Sudarman memastikan, pada 20 Desember nanti proyek ini sudah selesai, karena sesuai dengan perencanaannya di awal bulan Desember proses pengecoran akan dimulai. Dan dalam waktu 20 hari bisa langsung dilepas. “Kalau untuk proyek jalan menuju pantai serang saat ini sudah selesai 100 persen,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Sudarman, Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar.(foto : fathan)