Pembangunan Jembatan Papar – Kelutan, Pemkab Kediri Berpangku Tangan

ADAKITANEWSunduhan (23), Kediri – Pemkab Kediri teekesan berpangku tangan terkait pembangunan jembatan Papar – Kelutan. Alasanya, tindak lanjut pembangunan jembatan itu sudah kewenangan pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kabag Humas Pemkab Kediri M. Haris Setiawan mengatakan, pihaknya mengaku sudah menyelesaikan seluruh kewajibannya untuk pembangunan jembatan itu. Kewajiban itu antara lain pembangunan satu taing pancang dan bembebasan akses jalan menuju jembatan tersebut.

“Sesuai kesepakatan, jembatan itu dibangun oleh tiga institusi, yaitu pemkab Kediri, Pemkab Nganjuk dan Pemprov Jatim. Kewajiban kita menyelesaikan tiang pancang dan akses jalan sudah kita lakukan. Tinggal badan jalan yang merupakan tanggungan Pemprov untuk menyelesaikanya,” ujar Haris.

Meski terkesan lama mangkrak, yakni selama kurang lebih 2 tahun tanpa jelas kelanjutan program pembangunan jembatan yang menghubungkan dua daerah itu, Haris beralasan pihaknya pemkab Kediri tidak bisa berbuat banyak untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut. Pemkab Kediri khawatir akan overlapping dengan kesepakatan yang telah dibuat ketiga belah pihak.

“Yang jelas kita sudah selesaikan kewajiban, untuk kelajutan pengerjaan sudah merupakan kewenangan pemprov. Meski lama tidak dilanjutkan, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” lajut Haris.

Menurut Haris, proses pembangunan badan jembatan akan dilangsungkan pada tahun 2015 ini. Pengerjaan teknis badan jembatan akan digarap oleh Pemkab Nganjuk. Anggaran untuk pembangunan badan jembatan tersebut senilai Rp. 30milyar dari APBD Provinsi Jatim tahun 2015.

“Informasinya, akan dilanjutkan tahun 2015 ini, secara teknis akan dikerjakan Pemkab Nganjuk,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, mega proyek jembatan Papar, di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri yang mwnghubungkan wilayah Desa Kelutan, Kabupaten Nganjuk dibangun sejak tahun 2011 lalu. Seharusnya ditahun 2013, proyek pembangunan itu sudah rampung dan siap dioperasikan.

Namun pada kenyatannya, hingga kini, pada jembatan tersebut hanya tamapak tiang pancang yang mwnjulang tanpa ada badan jembatannya. Untuk sarana transportasi penghubung dua wilayah itu, warga menggunakan jasa penyeberangan perahu rakit. (ys)

Recommended For You