ADAKITANEWS, Kota Blitar – Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kota Blitar dalam menangani pengemis maupun pengamen di jalan yang biasanya mangkal di setiap perempatan. Kali ini Pemkot Blitar mengeluarkan kebijakan berupa sanksi bagi pemberi sumbangan kepada pengemis maupun pengamen.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Priyo Istanto mengatakan, saat ini Pemkot Blitar sudah mengesahkan aturan soal larangan pengguna jalan memberikan uang kepada para pengemis dan pengamen di jalan raya yang ada di Kota Blitar. Bahkan dalam aturan yang kini disosialisasikan itu menyebut, bagi para pengendara motor maupun mobil yang tertangkap tangan memberikan sumbangan akan dikenai pidana.

“Kita tidak hanya menindak kepada para gelandangan dan pengemis, tapi bagi pengendara yang ketahuan memberikan sumbangan akan kita beri sanksi. Ini sebagai upaya kita untuk mensterilkan Kota Blitar dari gelandangan dan pengemis,” kata Priyo, Selasa (07/11).

Lebih lanjut Priyo menjelaskan, sanksi yang diberikan kepada para pelanggar, yakni berupa sanksi tindak pidana ringan atau tipiring dan akan langsung diserahkan ke pengadilan. Sehingga penetapan hukuman merupakan kewenangan pengadilan.

“Sanksi tindak pidananya ringan dan langsung diputuskan pengadilan,” ujarnya.

Menurut Priyo, pemberlakukan tipiring bagi pemberi sumbangan akan diberlakukan per 1 Januari 2018 mendatang. Sehingga saat ini sosialisasi terus dilakukan kepada masyarakat.

“Kita lihat bersama, keberadaan pengemis dan pengamen sangat menganggu kelancaran arus lalu lintas, sehingga pemberlakuan Perda tentang larangan memberi sumbangan sangat penting demi menjaga keamanan masyarakat Kota Blitar,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Priyo Istanto, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar.(foto : fathan)