ADAKITANEWS, Jombang – Proses pemeriksaan oleh KPK soal kasus suap jabatan yang melibatkan Bupati Jombang non aktif, Nyono Suharli Wihandoko dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang terus bergulir.

Seperti terlihat pada Selasa (27/02), tampak beberapa pejabat Pemkab Jombang memasuki ruangan Graha Bhakti Bhayangkara Polres Jombang sekitar pukul 11.00 WIB. Beberapa yang terlihat memasuki ruangan yakni Assisten I Pemkab Jombang, Purwanto, dan dr Heri Wibowo yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas definitif pada tahun 2016.

Meski belum bisa dipastikan aktivitas yang terjadi di dalam ruang Graha Bhakti Bhayangkara Polres Jombang pada siang itu, tetapi saat Assisten I Pemkab Jombang keluar ruangan mengatakan bahwa ada pemeriksaan yang berkaitan dengan Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jombang. “Tadi soal Bu Inna (Inna Silestyowati, red),” ucap Purwanto singkat.

Selain dua pejabat Pemkab Jombang tersebut, juga terlihat Sekretaris Dinas Kesehatan di era kepemimpinan Kepala Dinas Kesehatan, Heri Wibowo. Sayangnya, ketika diwawancarai oleh sejumlah awak media, mantan Sekretaris Dinas Kesehatan yang diketahui bernama Tri Prihatini itu memilih tidak berkomentar dan cenderung menghindari para wartawan.

Sekadar diketahui, Bupati Jombang non aktif, Nyono Suharli Wihandoko telah ditangkap oleh KPK lantaran diduga menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jombang, Inna Silestyowati untuk kepentingan mendapatkan jabatan definitif. Nyono Suharli Wihandoko diduga menerima uang suap dari Inna Silestyowati sebesar Rp 275 juta, yang diperoleh Inna dari dana kapitasi yang dikumpulkannya sejak 2017 dan uang pungli yang dilakukan dalam penerbitan izin rumah sakit swasta di Jombang, berjumlah sekitar Rp 434 juta.(ar)

Keterangan gambar: Assisten I Pemkab Jombang, Drs Purwanto saat berusaha diwawancarai awak media.(foto:adi rosul)