ADAKITANEWSKapolres Nganjuk, AKBP Muhammad Anwar Nasir SIK bersama Kasatreskoba AKP SupriyadiIMG-20150214-01032, Nganjuk – Pemilik Mobil Nissan March nopol AG 331 V warna merah produk tahun 2014, adalah THH, warga Desa Rowomarto Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, Diduga tersangka sabu-sabu, yang kasusnya sudah lama.

Mobil Nissan merah tersebut,  semalam menginap di depan ruangan Satreskoba di Mapolres Nganjuk, dan belum diketahui identitas pengemudinya serta alasan menginap di Mapolres Nganjuk.

Hal inilah yang memunculkan rumor serta beredarnya Isu tertangkapnya THH  tersangka sabu-sabu, yang diduga melibatkan anggota DPRD Kabupaten Nganjuk. Dikarenakan THH dan oknum anggota dewan ini  berasal dari daerah yang sama.

Isu ini semakin merebak, karena hingga kini belum ada keterangan resmi dari Polres Nganjuk, terkait keberadaan mobil nissan merah yang menginap semalam di Mapolres Nganjuk. Sehingga menimbulkan opini diberbagai pihak.

Informasi yang dihimpun adakitanews.com, menerangkan bahwa, kasus sabu-sabu yang diduga melibatkan anggota dewan ini, merupakan kasus lama yang hingga kini belum terselesaikan.

Sementara itu, Dikonfirmasi adakitanews.com, Kapolres Nganjuk, AKBP Muh.Anwar Nasir,menerangkan bahwa, Isu penangkapan tersangka sabu-sabu itu tidak benar. “Hari ini tidak ada penangkapan sabu-sabu, ini berdasarkan konfirmasi kami ke kasatreskoba,” terang AKBP Anwar melalui ponselnya.

Ditambahkan, pihaknya juga membantah adanya isu penangkapan tersangka sabu-sabu yang ada keterkaitannya dengan anggota dewan. “Namun apabila isu yang berkembang tersebut, dikait-kaitkan  dengan dengan kasus sabu-sabu yang lama, saya belum mengetahui,”imbuhnya.

Terpisah, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Nganjuk, M.Anggidigdo SH, berharap ada variasi dalam penangkapan pelaku narkoba. “Karena paling banyak kami menyidangkan tersangka  kasus pil dobel L. Akan tetapi jarang sekali menyidangkan tersangka kasus narkotika jenis ganja atau sabu-sabu,”terang Anggi.

Ditambahkan oleh Anggi, Pihaknya juga mengharap, penangkapan bukan hanya untuk pelaku obat keras saja (pil dobel L), akan tetapi juga penangkapan untuk pelaku narkoba lainya, seperti ganja atau sabu-sabu.  Namun hingga kini memang jarang sekali ada penangkapan pelaku narkoba, apalagi yang melibatkan pejabat Nganjuk.”Namun saya yakin, di Nganjuk ini pasti ada narkoba,”imbuhnya. (Kmto/jati).