ADAKITANEWS, Blitar – Longsor yang terjadi di Desa Krisik Kecamatan Gandusari beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan di beberapa rumah warga. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Blitar dipastikan tidak akan merelokasi warga yang terdampak longsor.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Harpiyanto Nugroho mengatakan, ada beberapa rumah warga yang terdampak longsor. Bahkan ada lahan warga yang ikut terbawa longsor. Meski demikian, hal tersebut tidak serta merta membuat Pemkab Blitar malakukan relokasi terhadap korban longsor.

“Berdasarkan hasil survey lapangan yang kami lakukan, warga yang terdampak longsor tidak akan direlokasi,” kata Harpi, Selasa (26/12).

Menurut Harpi, langkah itu diambil karena masih bisa dilakukan tindakan sebelum relokasi. Yakni dengan membuat plengsengan dan bronjong kawat. Artinya, bekas longsor tersebut tidak membahayakan bagi warga, sehingga tidak perlu dilakukan relokasi.

“Kecuali kalau bekas longsor mengancam warga dan tidak bisa diambil tindakan lainnya, baru kami lakukan relokasi,” tegasnya.

Lebih lanjut Harpi menjelaskan, dampak longsor tersebut hanya terjadi pada beberapa warga saja dan tidak meluas. Seperti yang terjadi di Desa Olak-Alen Kecamatan Selorejo yang mengalami longsor pada akhir tahun 2016. “Longsor di Desa Krisik Kecamatan Gandusari, berbeda dengan kasus longsor di Desa Olak-Alen Kecamatan Selorejo, sehingga tindakan yang dilakukan juga berbeda,” jelasnya.

Setelah dilakukan survey bersama instansi terkait, kata Harpi, saat ini akan dilakukan pengkajian dan pembahasan terkait rencana pembangunan plengsengan atau penahan tebing. Ia menambahkan, rumah warga yang terdampak longsor memang berada di tebing, jadi penanganan yang dilakukan yakni dengan membuat plengsengan penahan tebing.

“Kami bersama instansi terkait masih membahas terkait anggaran dan jadwal dimulainya normalisasi pasca longsor,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, musibah tanah longsor telah terjadi di wilayah Kecamatan Gandusari, pada Rabu (06/12) malam. Ada tiga desa yang terdampak yakni Desa Semen, Desa Tulungrejo dan Desa Krisik. Desa Krisik menjadi desa yang terdampak paling parah jika dibandingkan dengan desa lainnya, yakni longsor sebanyak dua titik.(fat/wir)

Keterangan gambar: Lahan milik salah seorang korban longsor di Desa Krisik Kecamatan Gandusari.(ist)