ADAKITANEWS, Kediri – Gotong Royong dua kata yang memiliki makna yang sangat luar biasa bagi kehidupan masyarakat. Apapun pekerjaannya, aktivitas yang berat sekalipun, jika diselesaikan dengan gotong royong pasti akan terasa ringan dan akan tuntas tepat pada waktunya. Namun sangat disayangkan, di era kemajuan zaman seperti ini budaya gotong royong semakin terkikis dan masyarakatnya pun banyak yang hidup secara individu.

Untuk meningkatkan dan menumbuhkan rasa kegotongroyongan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar acara puncak peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV di Convension Hall area Simpang Lima Gumul (SLG), Senin (27/11).

Selain diikuti oleh 343 Kepala Desa dan 1 Kepala Kelurahan se-Kabupaten Kediri, acara juga dihadiri oleh Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono, Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, H Supoyo, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Hj Rosyidah Masykuri, Ketua Darma Wanita Kabupaten Kediri, Yuni Supoyo serta seluruh Camat se-Kabupaten Kediri.

Pada bulan bakti gotong royong tahun 2017 ini, Bupati Kediri, dr Hj Haryanti Sutrisno mengajak seluruh lapisan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan kembali menanamkan semangat gotong royong. Ia mengatakan bahwa nilai yang terkandung dalam menegakkan bulan bakti gotong royong, adalah masyarakat harus meningkatkan kebersamaan dan kegotongroyongan sebagai salah satu faktor penentu dan pendukung keberhasilan pembangunan di Kabupaten Kediri.

“Saat ini sejauh mana nilai gotong royong yang masih kita terapkan sehari-hari. Menurut saya gotong royong saat ini sangat jauh berbeda dengan dahulu kala. Mari kita bandingkan, dulu jika ada tetangga yang sedang membuat rumah pasti seluruh warga sekitar akan ikut membatu tanpa pamrih, bahasa jawanya “Soyo”. Bukan itu saja, jika ada tetangga yang sedang kesusahan warga Kabupaten Kediri pasti akan bergotong royong meringankan beban sesama,” terangnya.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Kediri dengan Polres Kediri dan Polres Kediri Kota, tentang pencegahan, pengawasan dan penanganan permasalahan dana desa. Dengan adanya MoU itu, para kepala desa wajib bersyukur karena ada yang mengarahkan dan mengawasi penggunaan anggaran dana desa.

Ada pula penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Kediri dengan Polres Kediri tentang pembinaan dan pelatihan kepada putra putri yang berprestasi dalam penerimaan calon anggota polisi. “Semoga MoU ini bisa bermanfaat bagi pelajar lulusan SMA sederajatnya untuk melanjutkan karir sebagai seorang polisi,” jelas Bupati Kediri.

Pada acara tersebut sekaligus diserahkan penghargaan Nominator dan Terbaik Desa Award di Kabupaten Kediri 2017. Pemenang pertama perlombaan desa tingkat Kabupaten Kediri tahun 2017, yakni Desa Purwodadi Kecamatan Ringinrejo. Juara kedua diraih Desa Gadungan Kecamatan Puncu, Juara ketiga diraih Desa Karangtengah Kecamatan Kandangan, dan keempat adalah Desa Sambirobyong Kecamatan Kayen Kidul.

Kepala Desa Purwodadi, H Komari mengatakan, keberhasilan meraih prestasi ini merupakan wujud guyub rukun dan gotong royong warga Purwodadi dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Awalnya diadakan perlombaan gotong royong kebersihan lingkungan antar RT di desa kami. Tanggapan warga sangat antusias. Tidak hanya bersih, namun juga saling kompak mempercantik lingkungan masing-masing. Dengan adanya hal ini, secara otomatis seluruh wilayah desa kami menjadi bersih dan mendapat penghargaan sebagai desa terbaik kategori kebersihan lingkungan di Kabupaten Kediri,” katanya.(adv/kominfo/*)

Keterangan gambar: Puncak Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke-14 di Kabupaten Kediri.(dok. Diskominfo Kabupaten Kediri)