width=

ADAKITANEWS, Kediri – Meski sejumlah lokalisasi prostitusi di seluruh daerah Kabupaten/Kota di Jawa Timur ditutup, lokalisasi di Kabupaten Kediri tetap beroperasi. Pemkab Kediri beralasan, tidak ditutupnya sejumlah lokalisasi itu karena tidak masuk kriteria sebagaimana tertera dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menerbitkan dua SK terkait penutupan lokalisasi di Jatim. Kedua SK itu yakni, SK Nomor 460/16474/031/2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Prostitusi dan Perdagangan Wanita serta SK Gubernur Jawa Timur Nomor 460/031/2011 perihal Penanganan Lokalisasi WTS di Jawa Timur Dalam Rangka Rencana Penutupan Lokalisasi WTS.

Kabag Humas Pemkab Kediri M. Haris Sitiawan mengatakan, lokalisasi yang ada di Kabupaten Kediri tidak termasuk kriteria lokalisasi yang harus ditutup sebagaimana SK Gubernur tersebut. Sejumlah lokalisasi itu direkomendasikan untuk dibina dan dimonitoring perkembangannya.

“Lokalisasi yang ada di Kabupaten Kediri tidak termasuk dalam kriteria yang harus ditutup. Hanya direkomendasikan untuk dimonitoring dan dibina saja,” jelas Haris. Jumat, (29/01).

Namun saat ditanya lebih lanjut terkait kriteria lokalisasi yang harus ditutup, Haris mengaku tidak hafal secara rinci. Haris hanya menjelaskan sejumlah lokalisasi itu sudah dilakukan monitoring dan pembinaan ketrampilan.

Untuk melaksanakan monitoring dan pembinaan, pihak pemkab Kediri bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dengan pembinaan ketrampilan itu, diharapkan para pekerja seks komersial (PSK) nantinya dapat beralih profesi.

“Setelah memiliki ketrampilan diharapkan para PSK dapat beralih profesi. Ketrampilan yang sudah berikan pada para PSK antara lain ketrampilan menjahit,” lanjut Haris.

Haris mengatakan, monitoring yang dilakukan adalah untuk memonitoring perkembangan berbagai jenis penyakit menular, diantaranya HIV/AIDS. “Alasan kita tidak menutup lokalisasi yang ada juga untuk dapat memonitoring perkembangan jenis penyakit menular seksual,” pungkasnya.

Sejumlah lokalisasi yang ada di Kabupaten Kediri yang hingga kini masih beroperasi diantaranya, lokalisasi Gedangsewu Pare, lokalisasi Kandangan, lokalisasi Gurah, lokalisasi Bolodewo Wates dan lokalisasi Dadapan Ngasem. Praktik bisnis prostitusi di sejumlah lokalisasi itu masih berjalan sebagaimana biasa. (ys).