Vetran Tarmidi Tergolek Tak Berdaya@dakitanews Nganjuk –  Seorang veteran Pertempuran 10 November yang sedang sakit, hanya bisa terbaring di lantai rumahnya di Nganjuk, Jawa Timur. Dia tidak memiliki biaya berobat. Pratu (Purn) Tarmidi ,84, mantan prajurit Tentara Rakyat Indonesia (TRI), pada tahun 1945 ikut berjuang mati-matian bertempur melawan Belanda dan sekutunya di Surabaya. Tarmidi merupakan prajurit pemberani, tergabung dalam Batalyon 131 yang bermarkas di daerah Minggiran, Kediri, Jawa Timur.

Dia aktif  bertempur melawan agresi militer Belanda dan sekutunya. Pertempuran dilakukannya mulai dari wilayah Surabaya, Balongbendo, Sidoarjo, Balongpanggang, Gresik, hingga daerah Pantai Popoh, Tulungagung. Namun, kini kondisi Tarmidi memprihatinkan. Dia dan istrinya, Karsinem, sakit keras. Tetapi tidak berani berobat ke rumah sakit lantaran tak memiliki biaya untuk menebus obat.

Menurut Tarmidi, meski sudah memiliki kartu Askes (BPJS Kesehatan), dia dan istrinya selalu diminta menebus obat-obatan yang harganya tidak mampu mereka jangkau. Akibatnya, Tarmidi dan istrinya memilih tetap bertahan di rumahnya.

Untuk menurunkan panas di tubuh, Tarmidi memilih mengompres sendiri kepala dan perutnya dengan kain basah.Kondisi Tarmidi yang memprihatinkan ini sudah beberapa kali dilaporkan ke instansi terkait. Namun, sampai kini tak kunjung ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk terhadap Tarmidi.

“Beruntung, setiap hari para tetangga dan kerabat rutin datang untuk membantu memberi makanan atau bantuan ala kadarnya,” kata Tarmidi.

Meski sang veteran yang sudah renta ini tidak pernah meminta, para kerabat dan tetangganya berharap ada dermawan yang mau membantu pengobatan Tarmidi dan istri agar bisa sehat kembali.(Jati)

Keterangan Gambar : Veteran perang yang tergolek sakit bersama istrinya yang tak mampu berobat

Tags: