ADAKITANEWS, Tulungagung – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Tulungagung mulai bulan Februari 2018 ini, melayani pendataan dan pembuatan KTP untuk anak.

Pembuatan KTP untuk anak-anak usia 0 – 17 tahun, atau yang disebut Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Tulungagung ini, diketahui memang sedikit lambat. Padahal layanan pembuatan KIA oleh Kemendagri tersebut, sudah disosialisaikan sejak tahun 2016. Sementara layanan serupa untuk daerah sekitarnya, juga sudah dilakukan pendataan sejak tahun lalu.

KIA ini diberikan, untuk mendata penduduk sejak lahir sampai saatnya berkewajiban memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Adanya KIA, sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus sebagai wujud perlindungan hukum kepada anak.

Manfaat dari KIA, selain sebagai kartu identitas bagi anak, diharapkan bisa membuat anak-anak lebih mendiri. Mereka dapat langsung mendatangi Puskesmas tanpa harus bergantung ke orang tuanya, atau bila ingin membuka tabungan tak perlu lagi mengatasnamakan wali atau orang tua mereka. Cara tersebut juga bisa membantu memudahkan institusi lain untuk mengetahui data valid penduduk apabila diperlukan.

Dikonfirmasi awak media, Kepala Dispendukcapil Tulungagung, Justi Taufik menyanggah bahwa pembuatan KIA di Tulungagung termasuk terlambat. Justi beralasan karena untuk Kabupaten Tulungagung bukan termasuk daerah yang ditunjuk oleh Kemendagri sebagai percontohan.

“Bukannya kita lambat dalam program KIA ini. Mereka yang telah melaksanakan lebih dulu memang ditunjuk oleh pusat,” kata Kepala Dispendukcapil Tulungagung, Justi Taufik, Jumat (02/02).

Ujar Justi, untuk daerah yang ditunjuk pusat, mereka mendapatkan bantuan anggaran dari pusat. Sedangkan Tulungagung harus menganggarkan sendiri lewat APBD. Tahun ini, untuk program KIA Pemkab Tulungagung telah menganggarkan sebesar Rp 500 juta.

Dari data Dispendukcapil Tulungagung, jumlah penduduk di wilayah Kabupaten Tulungagung ada 1.980.557 jiwa. Sedangkan jumlah anak yang berusia sampai dengan 17 tahun atau yang menjadi sasaran pembuatan KIA sebanyak 250 ribu.

“Dari jumlah 250 ribu anak yang berusia 0 sampai 17 tahun, untuk tahun ini kita targetkan sebanyak 10 persen atau 25 ribu anak sudah mendapatkan KIA. KIA terdiri dari dua jenis, yaitu KIA untuk anak umur antara 0-5 tahun, dan 5-17 tahun. Perbedaannya adalah untuk KIA 0-5 tahun tanpa menggunakan foto, sedangkan KIA usia 5-17 tahun menggunakan foto,” pungkas Justi Taufik.(bac)

Keterangan gambar : Kepala Dispendukcapil, Justi Taufik menunjukkan contoh KIA.(foto : acta cahyono)