ADAKITANEWS, Tulungagung – Meski sejumlah tranportasi berbasis aplikasi online telah merambah Tulungagung, keberadaannya masih belum menimbulkan pengaruh yang signifikan terhadap moda transportasi yang telah ada, atau konvensional.

Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung pun mengaku belum berencana membuat aturan terhadap keberadaan transportasi berbasis online.

“Meski sudah ada transportasi online, namun belum ada pengaruhnya terhadap pangsa pasar jasa transportasi di Kabupaten Tulungagung. Apalagi perilaku masyarakat Tulungagung lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor ataupun mobil pribadi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Maryani, Selasa (07/11).

Lanjut Maryani, sebelum ada transportasi online, transportasi konvensional yakni MPU yang terdaftar sebanyak 630 MPU, namun hanya sekitar 120 MPU saja yang beroperasi.

“Pangsa pasar transportasi di Tulungagung ini berbeda. Tidak seperti di kabupaten/kota yang termasuk wilayah besar,” katanya.

Masalah mengancam atau tidak, lanjut Maryani, tergantung dengan perkembangan dan perubahan perilaku masyarakat itu sendiri. Tapi nantinya, pihaknya akan menindaklanjuti dengan melakukan pemetaan.(ta1)

Keterangan gambar : MPU di Tulungagung yang masih beroperasi.(ist)