ADAKITANEWS, Kota Kediri – Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar membuka pelatihan satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan semiloka tentang perlindungan perempuan dan anak bagi kecamatan dan kelurahan se-Kota Kediri, di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kota Kediri, Rabu (02/11).

Pelatihan digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan satgas dalam perlindungan perempuan dan anak untuk pencegahan sebelum terjadi kasus kekerasan. Rencananya, pelatihan serupa juga akan diselenggarakan di tiap kecamatan mulai 7-22 November mendatang.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar menegaskan bahwa kasus kekerasan dan pelecehan seksual kepada perempuan dan anak di Kota Kediri masih ada. “Di setiap daerah kasus-kasus kekerasan pada anak dan perempuan juga masih sering kita jumpai. Tapi Alhamdulillah, di Kota Kediri bisa ketahuan, sehingga bisa kita evaluasi dan ditindak lanjuti,” kata Mas Abu.

Mas Abu, sapaan akrab Walikota Kediri itu juga menjelaskan bahwa untuk menindak lanjuti kasus kekerasan pada perempuan dan anak tidak hanya bisa semata-mata dilakukan pemerintah. Melainkan oleh seluruh elemen masyarakat dengan membuat laporan pada kelurahan atau kecamatan, yang nantinya akan diserahkan kepada Walikota Kediri selama 3 bulan sekali untuk ditindak lanjuti.

“Kita sebagai masyarakat Kota Kediri tentu memiliki kewajiban supaya kita nyaman di Kota Kediri. Kita harus bekerjasama, karena kita semua tidak ingin generasi-generasi emas Kota Kediri tercemari dengan kekerasan dan pornografi,” kata Mas Abu.

Mas Abu berharap dengan adanya kader PPA di tiap kecamatan dan kelurahan, dapat membantu Pemerintah Kota Kediri agar kedepannya generasi penerus di Kota Kediri dapat menjadi generasi yang baik, berdaya saing tinggi, dan tidak ada lagi kekerasan di Kota Kediri.(*)

Keterangan gambar: Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat membuka acara pelatihan Satgas PPA.(dok. Humas Pemkot Kediri)