width=

images (5)ADAKITANEWS, Madiun – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2016/2017 di Kota Madiun memberikan 10 persen bagi peserta didik dari luar kota. Hal ini sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksanaan PPDB.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudmudora) Kota Madiun, Gandhi Hatmoko, Selasa (07/06). Ia mengatakan ada kuota 10 persen bagi lulusan SD dan SMP sederajat asal luar daerah masuk ke SMP serta SMAN/SMKN di Kota Madiun.

“Perbedaan dibanding tahun-tahun sebelumnya, hanya pagu 10 persen kesempatan atau peluang dari siswa luar Kota. Kalau tahun lalu PPDB diprioritaskan anak dalam kota. Tapi tahun ini, kami memberikan kesempatan anak luar daerah untuk ikut berkompetisi masuk di Kota Madiun,” ujarnya.

Gandhi menambahkan, terdapat beberapa persyaratan yang harus dilalui peserta didik dari luar kota. Selain seleksi dari nilai ujian nasional, calon peserta didik harus memiliki prestasi akademik maupun non akademik. Meski mulai tahun 2017 ini pengelolaan SMA/SMK ditarik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tambahnya, namun kegiatan PPDB masih dipercayakan pada masing-masing kabupaten/kota.

“Sesuai petunjuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, PPDB SMA/SMK akan dibuka selama 3 hari mulai Senin (27/06) hingga Rabu (29/06),” jelas Gandhi Hadmoko

Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi menyatakan ada beberapa poin perubahan dalam Perwali yang mengatur PPDB. Meskipun ada kelonggaran kuota 10 persen dari pagu sekolah bagi siswa luar kota, Pemkot Madiun tetap selektif dan tidak asal memilih. Salah satunya mengambil siswa memiliki prestasi terbaik, untuk ditempatkan di SMA maupun SMK Kota Madiun.

Sekda menambahkan, peraih nilai ujian nasional (NUN) tertinggi SMP/MTs di Kota Madiun maupun luar daerah dijamin diterima di SMAN/SMKN yang diinginkan. Kebijakan tersebut juga berlaku bagi calon siswa yang memiliki prestasi akademik perseorangan maupun beregu provinsi, nasional, dan internasional.

“Jaminan serupa diberikan kepada peraih juara I-III bidang non-akademik tingkat provinsi, nasional, dan internasional. Itu sebagaimana diatur dalam pasal 11 ayat 4 Perwali 11/2016. Kebijakan memberikan kuota 10 persen bagi warga luar daerah tidak terlepas dari pengambil alihan pengelolaan SMA/SMK negeri maupun swasta ke Pemprov Jatim sebagaimana diatur UU No 23 Tahun 2014,” jelas Sekda Kota Madiun.(Uk/Zay)

Keterangan Gambar : Logo Pemerintah Kota Madiun