ADAKITANEWSKEMENSOS 2-1, Nganjuk – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menganggap pemotongan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) oleh sejumlah oknum perangkat desa merupakan kearifan lokal. Alasanya, pemotongan dana itu diberikan pada warga miskin yang belum mendapat PSKS.

“Itu bentuk kearifan lokal, karena anggaran itu tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk dibagikan pada keluarga miskin yang belum mendapat PSKS,” ujar Mensos dalam kunjunganya pada keluarga sangat miskin (KSM) yang mendapat bantuan dari program keluarga harapan (PKH) di Desa Bagor Wetan Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

Jika dana potongan itu dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, maka Mensos mempersilakan yang bersangkutan diproses secara hukum. Namun apakah pemotongan dana itu dibenarkan dalam aturan hukum? Hal itu yang belum terjawab oleh Mensos. “Kami persilakan diproses secara hukum, jika dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” lanjut Khofifah.

Mensos mengakui, masih banyak keluarga miskin yang belum memperoleh program PSKS. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendataan ulang mulai akhir bulan April ini. “Kita akan lakukan pendataan ulang, bagi keluarga miskin yang belum terdaftar dalam PSKS. Paling tidak akhir bulan April semua sudah terdata,” jelas Mensos.

Untuk itu Mensos mengaku telah mencadangkan dana untuk 500 ribu warga miskin yang hingga akhir April mendatang tidak terdaftar dalam program PSKS. “Jika setelah pendataan ulang masih ada yang belum terdaftar, kita sudah sediakan dana cadangan 500 ribu warga miskin, besar nilainya juga sama, Rp. 600 ribu per-orang,” pungkasnya.

Pada tahun 2015 ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar RP 9,822 triliun untuk 16.370.897 warga miskin dalam PSKS. Dana itu akan dialokasikan pada 15,5 juta pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS), 340 ribu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan 500 ribu paket yang merupakan buffer jika ada warga miskin memperoleh program PSKS. (jati).

Keterangan Gambar : Mensos Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan di Desa Bagor Wetan Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.