ADAKITANEWSPOTONG PSKS 3-1POTONG PSKS 4-1POTONG PSKS 2-1, Nganjuk – Pemotongan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) tetap saja terjadi di Kabupaten Nganjuk. Dalih yang digunakan juga masih sama, yakni untuk dibagikan pada warga miskin yang belum menerima program itu.

Namun ternyata tidak semua uang potongan yang besarnya seratus hingga dua ratus ribu rupiah per-warga penerima ini dibagikan pada warga miskin. Dana potongan tersebut, justru digunakan untuk kepentingan desa hingga pribadi ketua RT.

Pemandangan itu terlihat di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret. Sejumlah warga mengaku jatah uang PSKS sebesar Rp. 600 ribu yang seharusnya mereka terima, dipotong oleh ketua RT dan perangkat sebesar Rp. 200 ribu.

“Setelah dibagi pada warga miskin lain, sisanya digunakan kepentingan desa. Yang memotong pak RT,” ungkap Istiani, salah seorang penerima PSKS. Namun sayangnya, pihak perangkat desa tidak bersedia dikonfirmasi terkait hal tersebut.

Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Nganjuk beberapa saat lalu mengatakan, pemotongan dana PSKS merupakan kearifan lokal. Sebab menurut Mensos, banyak warga miskin yang belum terpenuhi dalam program ini.

Langkah tersebut diambil guna pemerataan agar warga miskin yang belum mendapat PSKS dapat ikut menikmati. Sebelum dilakukan pendataan ulang bagi warga miskin yang belum terpenuhi program ini dilakukan pada akhir bulan April.

Namun Mensos juga menyatakan, jika pemotongan dana PSKS tersebut diselewengkan untuk kepentingan lain, maka Mensos mempersilakan pihak penegak hukum untuk menindak.

“Saya juga mendengar banyak pak RT yang melakulan pemotongan dana PSKS. Kami persilakan penegak hukum menindak jika dana itu dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” ujar Mensos. (jati).

Keterangan Gambar : Pembagian dana PSKS yang banyak mengalami pemotongan dan diselewengkan oleh aparat desa