ADAKITANEWS, Kota Blitar – Setelah sebelumnya digratiskan, penyembelihan ayam di Rumah Potong Hewan (RPH) milik Dinas Pertanian Kota Blitar bakal dikenakan tarif. Hanya saja, aturan terkait hal itu hingga kini masih digodok di DPRD Kota Blitar.

Kepala UPTD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dinas Pertanian Kota Blitar, drh Dewi Masitoh mengatakan, wacana pemberlakuan tarif pada ayam yang dipotong di RPH nantinya akan disesuaikan dengan kondisi sekitar. “Kita lakukan penarikan karena di luar sana, tarif jasa potong ayam di RPH swasta dipatok Rp 1.500 sampai Rp 2.000 per ekor,” katanya di RPH Kota Blitar, Selasa (25/02).

Sedangkan untuk pemotongan hewan Ruminansia seperti sapi dan kerbau, sesuai aturan ditarik Rp 50 ribu per ekor. “Jadi sesuai Perwali nomor 19 tahun 2016 perubahan tarif Retribusi RTH untuk sapi dan kerbau itu lima puluh ribu, sejak bulan Juli tahun 2016 lalu. Sebelum itu sapi sama kerbau tarifnya tiga puluh ribu,” ungkapnya.

Kepada Tim Adakitanews.com drh Dewi menambahkan, pengesahan perda pemberlakuan tarif RPH untuk unggas diharapkan dapat menambah pendapatan daerah. “Tapi jelasnya kita tunggu hasilnya setelah di Perdakan,” tutupnya.

Belum dipastikan kapan retribusi di RPH tersebut diberlakukan. Dinas Pertanian Kota Blitar juga masih bakal menunggu payung hukum untuk melaksanakan tarikan retribusi tersebut. Pasalnya, aturan terkait retribusi jasa potong ayam di RPH Kota Blitar hingga kini masih dalam proses pembahasan di DRPD Kota Blitar.(blt1)

Keterangan gambar : Kepala UPTD RPH Kota Blitar, drh Dewi Masitoh.