2015-08-18_18.25.44

ADAKITANEWS, Madiun – Muhammad Rendy,24, pemuda asal Desa Pulao Melako, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Propinsi Jambi, nekat mencuri tas milik salah seorang jamaah yang tengah salat ashar di Masjid Al Huda, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Apesnya, tersangka sempat yang membawa tas dan mengambil isinya keburu tertangkap warga tidak jauh dari lokasi tersebut.

“Awalnya, tersangka mengaku kehabisan bekal turun sekitar Masjid Al Huda, lalu duduk dan mengamati situasi dalam masjid. Kebetulan lagi, saat itu ada seorang pria tengah melakukan Salat Ashar, sedangkan tas rangsel ditaruh agak belakang. Melihat itu, tersangka langsung mengambilnya dan berlalu keluar masjid,” jelas Kapolsek Jiwan AKP Setyono, Selasa (18/8).

Tersangka dalam perjalanan keluar masjid, tambahnya, sempat membuang tas isi lainnya, namun hanya mengambil jam tangan dan 2 unit ponsel. Sedangkan, tas dibuang sambil terus berjalan dengan maksuk akan menjual salah satu ponsel serta jam tangan untuk bekal pulang kampung. Beberapa saat, tersangka tidak bisa berkutik saat dikejar sejumlah takmir masjid bersama korban.

Saat diperiksa dan digeledah pengurus takmir, ditemukan jam tangan dan 2 unit ponsel, kesemuanya diakui milik korban. Selanjutnya, tersangka diserahkan kepada petugas di Mapolsek Jiwan, dalam pemeriksaan tersangka mengaku kehabisan bekal untuk pulang kampung usai mencari pekerjaan di berbagai daerah di Jabar, Jateng, Yogyakarta hingga Jatim.

“Saya kehabisan bekal usai mencari kerja diberbagai daerah, bahkan ponsel saya hilang saat cari kerja di Garut (Jabar). Saya bingung untuk pulang, pak. Begitu melihat tas itu, spontan saya ambil dan isinya diambil, sedangkan tas dan lainnya dibuang,” ujar Muhammad Rendy. Atas perbuatnnya tersangka dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. (UK)

Keterangan foto: barang bukti (BB) curian dari dalam masjid berupa jam tangan dan 2 unit ponsel dilakukan Muhammad Rendy,24, pemuda asal Desa Pulao Melako, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Propinsi Jambi.