ADAKITANEWS, Kediri – Para penambang pasir ilegal di sepanjang aliran Sungai Brantas, tepatnya di sekitar Bendungan Waruturi Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri punya trik khusus agar bisa kabur saat dirazia petugas. Yakni dengan cara berpindah-pindah atau nomaden, menggunakan perahu di beberapa titik lokasi penambangan pasir.

Pantauan Tim Adakitanews.com di lokasi pada Senin (24/04), ada sekitar 8 perahu disel dan 3 mesin sedot pasir yang digunakan untuk mengambil pasir di dasar sungai, selatan Bendungan Waruturi. Mereka menggunakan perahu disel untuk berpindah-pindah lokasi agar ketika dirazia bisa kabur melalui aliran sungai.

Selain itu, ada juga 4 titik lokasi yang digunakan untuk menaikkan pasir ke atas truk, dan berjarak sekitar 500 meter.

“Setiap hari ada 20 truk lebih yang mengantre untuk mengambil pasir. Teman-teman menggunakan perahu mesin itu untuk antisipasi jika suatu saat ada razia bisa kabur dengan perahu. Dari tempat penyedotan pasir, ada bagian perahu yang membawa pasir tersebut ke lokasi menaikan ke truk. Jadi berbeda antara lokasi penambangan pasir dengan saat menaikkan ke truknya,” ujar salah satu sopir truk kepada Tim Adakitanews.com.

Terpisah, Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono saat dihubungi Tim Adakitanews.com via telepon mengatakan pihaknya masih perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan Satpol PP Kabupaten Kediri untuk memastikan lokasi penambang pasir tersebut, apakah memang benar tidak memiliki izin.

Kapolres juga mengatakan, jika memang ada anggotanya yang ikut bermain di dalamnya, pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Apabila memang benar, akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. “Kami akan koordinasi dulu dengan Satpol PP, apakah benar tidak memiliki izin. Untuk anggota, kalau memang ada yang ikut main, kami akan tindak lanjuti,” cakapnya.(udn)

Keterangan gambar : Penambang pasir nomaden di selatan aliran Sungai Brantas, Bendungan Waruturi Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri.(foto:fasihhuddin kholili)