IMG_20150404_143713IMG_20150404_143153

ADAKITANEWS, Kediri – Aktifitas penambangan galian C (Batu) di sepanjang Sungai di Dusun  Mloyo Desa Mlancu Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri meresahkan warga. Diduga aktifitas galian C juga belum memiliki izin dari pihak yang berwenang. Pasalnya penambangan itu mengancam kelestarian lingkungan dan rumah warga yang berdekatan dengan sungai.

Informasi didapat adakitanews.com menyebutkan, aktifitas penambangan yang diduga ilegal itu sudah berlangsung  sekitar enam bulan lebih. Namun hingga kini belum ada perhatian ataupun penindakan tegas dari pemerintah. Sehingga, muncul kesan adanya pembiaran pada aktifitas Galian C tersebut.

Menurut keterang beberapa warga setempat, usaha penambangan yang belum mengantongi izin tersebut, tiap harinya menghasilkan 50 truk lebih.  Tiap  truknya dibandrol Rp 290 ribu.

Disisi lain, dampak daripada aktifitas penambang Galian C batu di sungai salah satu aliran  lahar gunung kelud itu sudah dirasakan oleh sejumlah warga. Sekitar dua bulan setelah dilakukan penambangan, sebuah rumah milik warga hanyut terbawa arus sungai.

“Itu karena tanahnya habis tergerus oleh air sungai. Sehingga bagian pondasi tak kuat menahan bangunan atap. Jika tidak percaya silahkan lihat langsung  ke rumah warga yang berada di pinggir sunggai,” ujar Budi seorang warga dusun  Mloyo Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan.

Setelah ada rumah warga yang hanyut tersebut, warga pun berupaya untuk memprotes bahkan mengadukan keberadaan aktifitas para penambang Galian C kepada pihak perangkat desa. Namun, aduan mereka seperti tidak dianggap.

“Sudah pernah kami demo dan melaporkannya ke Kepala desa, Tapi nyatanya sampai saat ini belum ada penindakan.” Ucapnya dengan nada kecewa.

Tiap harinya, ia menambahkan, ada puluhan truk yang diduga digunakan untuk  menganggkut batu di sungai itu. “Jika dihitung, truk yang keluar masuk ada  lebih dari 50 kali, ”

Warga lainnya, Wakidi, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri segera bertindak dan menghentikan aktifitas galian C itu. Sebab, jika dibiarkan akan mengancam kelestarian lingkungan dan membahayakan warga sekitar.

“Harapan kami, aktifitas itu segera dihentikan, sehingga jangan sampai ada rumah warga yang hanyut lagi. jika itu terjadi maka pemerintah harus bertanggungjawab.” Kecamnya.

Pantauan dari tim adakitanews.com, aktivitas galian C di dusun  Mloyo Desa Mluncu Kecamatan Kandangan, tampak menjamur. Di lokasi itu, ada puluhan truk dan alat berat atau Mesin pengeruk (Ekskavator) beraktivitas untuk mengekplorasi material batu di area aliran lahar  gunung kelud. Material tersebut diangkut untuk mensuplai kebutuhan batu pembangunan baik dalam kota maupun luar kota.(Zay)

Keteranga Gambar : Penambangan batu kali yang meresahkan warga dan membahayakan lingkungan di Kandangan Kediri